47 Ribu TNI-Polri Siaga Amankan Sidang Putusan MK

oleh -177 views
Kantor Mahkamah Konstitusi. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – TNI-Polri mensiagakan 47.000 personel gabungan untuk melakukan pengamanan terkait sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) besok.

“Tentunya ada beberapa personel kita siapkan untuk melakukan pengamanan. Keseluruhan 47.000 personel untuk pengamanan (MK, KPU, Bawaslu dan objek vital di Jakarta). Khusus di MK ada sekitar 13.000 personel TNI-Polri siap mengamankan jalannya sidang tersebut,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (26/6/2019).

Dikatakan Argo, selain pengamanan di gedung MK dan sekitarnya, personel juga melakukan pengamanan orang semisal, hakim, karyawan MK, pemohon dan termohon.

“Tentunya dengan kegiatan tersebut (sidang putusan) di MK, dari pihak kepolisian dibantu TNI sudah siap melakukan pengamanan di sana,” ungkap Argo.

Argo menegaskan, massa dilarang menggelar aksi unjuk rasa di depan MK, karena melanggar Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.

“Makanya kita nggak bolehkan atau melarang aksi di depan MK. Kemudian, biarlah MK bekerja melaksanakan tugasnya. Kan kita bisa lihat di televisi di rumah dan sebagainya. Kita percayakan ke hakim MK yang membacakan putusan,” katanya.

Sementara itu soal apakah sudah ada surat pemberitahuan terkait aksi massa, Argo menyampaikan ada dari satu kelompok. Namun, dia tidak menjelaskan dari mana.

“Ada satu kelompok yang menyampaikan pemberitahuan ke Polda Metro Jaya, itu mau ada acara kegiatan di sekitar MK. Kemudian, kita lakukan komunikasi. Tentunya dari Polda Metro Jaya menyampaikan ini dari kelompok mana, ada berapa orang dan kalau itu masa banyak, setiap 100 orang siapa korlapnya, terus kemudian datang dari mana saja. Dari panitia tidak bisa menyampaikan itu, jadi karena tidak bisa menyampiakan, Polda Metro Jaya tidak keluarkan surat izin di situ,” jelasnya.

Ihwal apakah acara halalbihalal 212 sudah menyampaikan pemberitahuan, Argo mengatakan, belum ada.

“Belum ada. Kan kita sudah sampaikan untuk halalbihalal sebaiknya dilaksanakan di gedung, di rumah atau di tempat yang lebih baguslah,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *