Balkot Farm Tularkan Urban Farming ke Penjuru Jakarta

oleh -248 views

JAKARTAPEDIA.id-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan ruang kosong di Balai Kota Jakarta menjadi urban farming. Sejumlah tanaman hidroponik dirawat dengan baik menggunakan teknologi informasi yang dikemas dengan nama Balkot Farm.

“Dari balaikota ini, kita terbangkan program penanaman di ruang sekecil apapun. Kita tanam sayuran, bunga, atau tanaman obat keluarga (Toga). Tekniknya akan diasistensi dari Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP),” ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah saat meresmikan Balkotfarm, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jum’at (2/8/2019).

Diakuinya, jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta masih sangat minim. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru bisa menyediakan RTH hanya kurang dari 10 persen dari luas wilayah Jakarta. Bahkan, katanya, luas Monas sebesar 81 hektar saja baru bisa menambah satu persen RTH saja.

“Di Jakarta ini, tinggal beberapa daerah saja yang masih longgar. Dengan karakteristik berbeda-beda. Ada yang gersang, ada yang subur. Saya yakin, warga Jakarta ini daya juangnya tinggi, tidak menyerah, ada ruang sekecil apapun bisa dimanfaatkan untuk pertanian, nanti DKPKP akan siapkan bibitnya,” katanya.

Dikatakan Saefullah, DKPKP akan menerjunkan penyuluh pertanian setiap hari ke penjuru Jakarta untuk membimbing masyarakat agar gemar bertani. Bahkan, katanya, ada seorang petani yang diterbangkan ke Jepang khusus untuk mendalami urban farming.

“Salah satu petani kita diberangkatkan ke Jepang untuk dilatih. Nanti ilmunya dibagikan. Ilmu tentang urban farming akan disebarkan ke petani lain,” ucapnya.

Balkot Farm itu dibangun di taman blok E Balai Kota dengan konsep pertanian perkotaan (urban farming) 4.0. Ini merupakan project percontohan program Urban Farming  4.0 di Lingkungan Balaikota DKI yang melibatkan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP)  serta Biro Umum Setda Provinsi DKI.

Urban farming 4.0 ini diwujudkan dengan konsep kolaboratif dengan memanfaatkan teknologi loT. Balkot Farm ini dibentuk untuk membantu program Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait Design Besar Pertanian Perkotaan 2018-2030, sekaligus realisasi  Instruksi Gubernur DKI No 14 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pertanian Perkotaan.

Kepala Dinas Kominfotik DKI, Atika Nurahmania mengatakan, konsep urban farming 0.4 yang dikembangkan Balkot Farm ini untuk memudahkan para petani kota  mengembangkan dan memaksimalkan hasil pertanian mereka dengan memanfaatkan IoT sebagai sarana penujang pertanian.

“Selain penggunaan IoT, lokasi Balkot Farm bisa dijadikan objek kumpulnya para pegiat urban farming di Kota Jakarta, dalam bentuk FGD dan kemitraan,” ucapnya

Dia mengatakan,  pegembangan IoT dalam Balkot Farm ini untuk sensor PH, TDS dan Suhu Udara yang dapat dimonitor melalui situs www.balkotfarm.id. Selain itu, Balkot Farm juga menjadi integrator bagi para pegiat petani kota di DKI dalam kegiatan urban farming melalui share info berbasis maping. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *