Sebanyak 700 Lebih Hewan Qurban Di Jakarta Tidak Sesuai Syariat

oleh -487 views

JAKARTAPEDIA.id-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menemukan lebih dari 700 hewan qurban tidak layak untuk digunakan sebagai hewan qurban. Hewan qurban itu merupakan hasil pengawasan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan, hingga 11 Agustus jam 05.00 pagi, pihaknya telah memeriksa hewan kurban di 1.474 lokasi dengan jumlah mencapai  97.005 hewan qurban, baik sapi, kerbau, kambing, dan domba.

“Kemudian mayoritas sehat. Ada 202 yang ditemukan sakit. Ada yang sakitnya karena stres perjalanan sekitar 157. Kemudian ada yang matanya ada tanda-tanda tidak sehat. Tapi juga ada yang tidak cukup umur, mencapai 345,” ujar Anies, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurutnya, hewan tidak layak itu dipastikan tidak diizinkan untuk digunakan sebagai hewan kurban. Setiap hewan, katanya, telah diberikan tanda khusus dan penjualnya diberikan peringatan.

“Semua dalam pengawasan. Dan dengan diberi tanda, lalu mereka juga diberi peringatan, tentu saja tidak bisa digunakan. Dan kita semua tahu bahwa ketika memberikan hewan kurban, maka hewan kurban itu harus memenuhi ketentuan syariat. Jadi kalau secara syariat tidak memenuhi syarat, ya jangan dikerjakan,” kata Anies.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan hewan kurban satu ekor sapi jenis limosin seberat 1,2 ton kepada Panitia Qurban Pemprov DKI Jakarta Tahun 2019. Daging qurban disalurkan kepada masyarakat Jakarta yang berhak menerima atau golongan mustahik melalui Program Dapur Kurban, Lembaga Keagamaan dan Sosial, serta Yayasan di wilayah Jakarta.

“Tahun ini memang agak berbeda karena diberikan dagingnya dalam bentuk siap saji dan masa oleh para juru masak hotel-hotel berbintang, dan hotel berbintang lima,” ujar Anies dalam pesannya.

Dapur qurban ini merupakan kerja bersama Pemprov DKI dengan Baznas Bazis DKI Jakarta, Rumah Zakat, Aksi Cepat Tanggap, Hotel Borobudur, Hotel Shangri-la, Hotel Dharmawangsa, Aston Pluit, dan Grand Cempaka. Pihaknya juga bermitra dengan APKEPI, ANTV, dan didukung PKK serta KORPRI.

Di samping itu, Anies mengatakan, daging qurban olahan siap saji nantinya akan diberikan juga kepada para pengungsi korban kebakaran di Jakarta.  “Sekaligus juga nanti diberikan kepada mereka yang masih tinggal di rumah pengungsian karena korban kebakaran. Mereka juga akan terima kurban itu. Pembagiannya semuanya besok, hari ini mulai masaknya. Jadi, siang-sore mereka mulai bekerja masak, kemudian besok mulai distribusi, karena pemotongannya baru dikerjakan hari ini, sesungguhnya mereka bisa bekerja 2-3 hari,” tandasnya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *