Ratusan Pencari Suaka Masih Bertahan Di Kalideres

oleh -745 views
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memindahkan para pencari suaka asal Sudan, Afganistan dan Somalia ke Kalideres, Jakarta Barat. Hal ini dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) dan International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) serta pihak lainnya. (foto: tama)

JAKARTAPEDIA.id-Sejumlah pengungsi pencari suaka masih bertahan di Kalideres, Jakarta Barat meski masa tinggal mereka telah habis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan izin tinggal di gedung eks Kodim Kalideres itu hingga 31 Agustus kemarin.

“Masih (ada yang tinggal), karena pekerjaan pemindahan itu belum selesai semua dari UNHCR. Mereka belum tuntas memindahkan 300 lebih orang di sana, memfasilitasi sewa tempat atau kos,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri, di Jakarta, Senin (2/9).

Diakuinya, pemindahan pengungsi pencari suaka masih terus berlangsung. Saat ini, kata Taufan, Pemerintah Pusat seperti Kemenko Polhukam, Kementerian Luar Negeri, UNHCR dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan negosiasi ulang terkait penanganan pengungsi ini.

“Masih ada negosiasi antara pimpinan kami, pak Sekda, Kemenko Polhukam, Kemenlu, akan duduk bersama lagi memecahkan masalah ini. Negosiasi ini kita anggap sebagai rasa kemanusiaan saja. Batas waktu ini mau enggak mau akhirnya menjadi fleksibel,” katanya.

Pihaknya berharap, UNHCR bisa secepatnya menangani masalah pengungsi pencari suaka agar tidak lagi menganggu ketertiban di ibu kota. Dia mengungkapkan, UNHCR bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merelokasi 500 lebih pengungsi ke tempat sewa yang disediakan UNHCR. Namun, masih ada 300 orang pengungsi lainnya yang masih bertahan di Kalideres, Jakarta Barat.

“Untuk sementara logistik yang bisa kita kasih adalah listrik dan air, dengan rasa kemanusiaan kita enggak mungkin bisa kita putuskan. Untuk listrik juga mendapat bantuan dari Sekolah Dian Harapan, mereka swadaya, sama sebagian listrik dari Pemda,” jelasnya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *