Inflasi Jakarta Kembali Turun

oleh -662 views

JAKARTAPEDIA.id-Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jakarta mencatatkan terjadi penurunan tekanan inflasi di DKI Jakarta pada bulan Agustus 2019. Inflasi IHK pada bulan Agustus 2019 tercatat sebesar 0,17% (mtm), kembali menurun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 0,25% (mtm) pada Juli.

‘Lebih rendahnya tekanan inflasi dibandingkan bulan sebelumnya didorong oleh penurunan inflasi pada kelompok pengeluaran Bahan Makanan dan kelompok pengeluaran Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga, serta deflasi yang masih berlanjut pada kelompok pengeluaran Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo, di Jakarta, kemarin.

Sedangkan Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan inflasi, katanya, adalah kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau, Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar, Sandang, dan Kesehatan. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK tahun kalendar sampai dengan Agustus 2019 tercatat sebesar 2,55% (ytd), atau secara tahunan sebesar 3,62% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 3,48% (yoy). Inflasi tersebut masih terkendali sehingga pada akhir tahun 2019, tingkat inflasi Jakarta diprakirakan tetap mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5%±1%.

Penurunan tekanan inflasi bulan Agustus 2019 disumbang oleh berkurangnya tekanan inflasi pada kelompok Bahan Makanan. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,38% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan Juli 2019 yang sebesar 0,86% (mtm),” katanya.

Dia menegaskan, lebih rendahnya inflasi kelompok ini disumbang oleh deflasi pada subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya, seperti pada komoditas beras dan bihun. Selain itu, tingkat inflasi pada subkelompok bumbu-bumbuan juga mengalami perlambatan.

Namun demikian, tingkat inflasi pada subkelompok daging dan hasil-hasilnya mengalami kenaikan yaitu mencapai 2,9% (mtm), yang bersumber dari inflasi komoditas daging ayam ras yaitu sebesar 5,11% (mtm). Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pasokan anak ayam ras pedaging atau day old chick (DOC). (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *