Pelanggar Ganjil Genap Ditilang Elektronik dan Manual

oleh -1.014 views
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. (ist)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Kebijakan Penerapan Perluasan Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap di beberapa ruas jalan. Kebijakan ini dianggap berhasil dalam mengatasi permasalahan mulai dari kemacetan hingga perbaikan kualitas udara di Jakarta.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini, berikut petikan wawancara dengan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, di Jakarta kepada Tama, wartawan JAKARTAPEDIA.id, kemarin:

Sejauh ini, berapa kamera pengawas atau CCTV yang Anda siapkan untuk ganjil genap ini?

Terkait penerapan atau penegakan hukum terhadap ganjil genap untuk jalur jalur yang selama ini ada kamera e-tle itu electronic traffic Law enforcement itu tetap kita gunakan. Jadi ini sudah berjalan seperti di kawasan Sudirman Thamrin Medan Merdeka Barat itu sudah kita laksanakan seperti itu salah satunya adalah tindakan terhadap ganjil genap di samping ada pelanggaran-pelanggaran yang lain.

Bagaimana dengan ruas jalan yang belum ada CCTV-nya?

Untuk di tempat-tempat yang belum ada kamera e-tlenya atau kamera pemantau terhadap pelanggaran ganjil genap ini kita masih menggunakan tenaga manual. Jadi kepolisian yang ada petugas yang ada di lapangan sesuai dengan jam-jam tadi. Rencana ke depan, kita usulkan untuk ke depan ini ditambah dengan kamera etle supaya ini juga bisa membantu dalam laksana penertiban terhadap kawasan yang masuk dalam kawasan ganjil genap

Bagaimana cara Anda mendeteksi plat nomor palsu?

Untuk mendeteksi nomor palsu kalau terdeteksi etle, lalu itu misalnya tidak muncul data kendaraan yang ada di sana mereka melanggar tapi tidak muncul datanya berarti palsu nggak terdaftar nomor polisi itu sehingga dari command center yang ada di TMC Polda Metro Jaya akan memberikan informasi kepada petugas yang ada di lapangan bahwa nomor polisi sekian yang dikendarai oleh kendaraan ini palsu silakan diamankan.

Sebenarnya, bagaimana hasil evaluasi penerapan ganjil genap kemarin?

Jadi dari hasil evaluasi kami terhadap pelaksanaan uji coba yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus sampai hari ini, itu didapatkan bahwa terjadi peningkatan kinerja lalu lintas yang signifikan dimana untuk kecepatan rata-rata pada ruas jalan yang dikenakan uji coba ganjil-genap terjadi peningkatan kecepatan semula 25,56 km/jam meningkat menjadi 28,03 km/jam atau meningkat 9,25%

Artinya, waktu tempuh juga meningkat?

Demikian pula halnya dengan waktu tempuh, waktu tempuh ini peningkatannya cukup signifikan semula adalah 16,52 detik kecepatan rata-ratanya waktu tempuhnya kemudian meningkat menjadi 14,91 detik 14 menit 91 detik. Artinya bahwa kecepatan rata-rata yang terjadi peningkatan signifikan dengan dibandingkan dengan waktu tempuh yang terjadi pada ruas jalan ganjil genap.

Lalu bagaimana dengan kondisi volume kendaraan?

Selanjutnya untuk volume lalu lintas terjadi penurunan yang cukup baik dimana terjadi penurunan sebesar 25% dibandingkan dengan pada saat sebelum dilakukan perluasan uji coba perluasan ganjil genap. Demikian pula halnya untuk angkutan umum untuk Transjakarta secara keseluruhan tidak hanya di dalam koridor ganjil genap tetapi kita ukur tapi seluruh koridor Transjakarta terjadi peningkatan jumlah penumpang sebanyak 5%

Bagaimana imbasnya dengan kualitas udara di Jakarta?

Untuk kualitas udara, kita pahami bersama bahwa dari 2 pos pemantauan udara kualitas udara yang dimiliki oleh dinas lingkungan hidup, terjadi peningkatan yang signifikan khususnya terhadap indikator partikulate meter dua setengah yaitu penurunan untuk di pos pemantauan Bundaran HI terjadi peningkatan 9,25% demikian pula halnya dengan di Kelapa Gading terjadi juga peningkatan sekitar 9%. Artinya bahwa dengan adanya perluasan ganjil genap pada dua pos pemantauan kualitas udara tersebut untuk PM dua setengah terjadi peningkatan ataupun penurunan volume nya dan masuk dalam ambang batas kualitas udara Jakarta dalam posisi baik. Karena semuanya sudah berada di bawah 65 mikrogram unit karena sesuai dengan SK Kementerian lingkungan hidup bahwa untuk kualitas ambien untuk PM dua setengah begitu baik karena angkanya semua berada di bawah 65 mikrogram unit sesuai dengan sk kementrian lingkungan hidup bhw untuk ambien 2,5 begitu angkanya 65 unit itu berati di atas itu buruk tetapi ini untuk kualitas udara jakarta itu pada saat dilakukan uji coba perluasan ganjil genap itu dibawah 65 mikrogram unit.

Apakah ganjil genap ini diterapkan seharian atau pada jam tertentu seperti sebelumnya?

Untuk waktunya, waktunya adalah pada pagi hari Mulai jam 6 sampai dengan jam 10 kemudian pada sore hari Mulai jam 16 sampai dengan jam 21. Kita harapkan bisa memberikan perbaikan terhadap kinerja lalu lintas Jakarta dan juga kinerja lingkungan khususnya perbaikan kualitas udara Jakarta ini memberikan dampak positif yang baik sesuai dengan yang kita harapkan dalam perencanaan kemarin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *