PKS DKI Minta Aparat Hukum Awasi Jalannya Proses Pilwagub Pengganti Sandiaga Uno

oleh -324 views
Ketua DPW PKSI DKI Jakarta, Sakhir Purnomo. (foto; jek)

JAKARTAPEDIA.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan dan Kepolisian untuk mengawasi jalannya proses pemilihan Cawagub DKI Jakarta di DPRD DKI Jakarta.

Sebagai informasi, Gerindra dan PKS telah menyepakati dua nama yaitu Nurmansyah Lubis dari PKS dan Achmad Riza Patria untuk menjadi Cawagub menggantikan dua nama sebelumnya yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Bahkan dua nama tersebut sudah diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa (21/2/2020) pagi.

“Kita berharap aparat penegak hukum silahkan mengawasi. Jangan sampai ada pihak tertentu yang menciderai proses apalagi dengan cara melawan hukum,” tegas Ketua Fraksi PKS, M. Arifin di Kantor DPW PKS DKI Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Selain itu Arifin juga berharap masyarakat Ibukota serta semua kalangan ikut mensuport agar proses tersebut cepat berjalan. “Sehingga tidak lama lagi DKI punya wagub. Tolong prosesnya diawasi. Sehingga pemilihan wagub betul-betul berjalan fair play,” ujar Arifin.

Arifin melanjutkan, PKS sudah berjiwa besar dalam proses pemilihan nama Cawagub kali ini. PKS hanya menyertakan satu nama disandingkan dengan satu calon lainnya dari Gerindra. Hal itu dilakukan semata-mata agar proses pemilihan Wagub bisa berjalan lancar.

“Karena kita ingin prosesnya berjalan cepat. Kita khawatir tanpa Wagub akan mengganggu jalannya pelayanan publik. Kita khawatirkan dan pikirkan masyarakatnya,” terang Arifin.

Sementara Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo berharap kader PKS terpilih sebagai pendamping Anies. Alasannya pernah memiliki pengalaman menjadi anggota dewan selama dua periode.

“Nurmanjah wawasannya cukup luas terkait Ibukota, jadi sudah memahami persoalan Ibukota. Sebab dia pernah dua periode sebagai dewan di DPRD. Dengan pengalamannya itu, Insya Allah tidak diragukan menjadi dewan selama 10 tahun. Selain itu dari aspek kapasitas, latar belakang pendidikan akuntansi S2, beliau punya pengalaman auditor, bekal itu membuatnya memahami betul persoalan APBD. Ini penting untuk mengerti permasalahan dan pemahaman soal APBD,” tandasnya. (jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *