Wartawan Deni Irawan Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Meliput

oleh -187 views
Deni Irawan (ir) salah satu wartawan dari media adaberitanet.com, sedang mendapatkan perawatan usai dianiaya oleh orang tak dikenal saat liputan. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Selatan mendesak kepolisian segera menangkap sekelompok orang yang diduga pihak keamanan (PK) PT Lintang yang bertindak secara biadab dengan menabrak dan mengeroyok seorang wartawan media Online di Banyuasin saat sedang melakukan peliputan pada Minggu (8/3/2020) kemarin.

Ketua IWO Sumsel, Sonny Kushardian, mengatakan pihaknya sangat mengecam adanya aksi kekerasan dan pengeroyokan yang dinilai pihaknya sangat biadab terhadap Deni Irawan (ir) salah satu wartawan dari media online
adaberitanet.com yang sedang melakukan peliputan penambangan pasir di Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kab. Banyuasin. Guna melakukan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat hampir dua tahun tersebut tak ada penyelesaian.

“Kami menuntut polisi bisa bekerja optimal untuk menciptakan rasa aman pada warga Banyuasin, utamanya kalangan jurnalis karena dalam melaksanakan tugasnya wartawan dilindungi hukum yakni UU No 40 Tahun 1999. Jadi untuk itu kita meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap wartawan dan mengusut tuntas atas kejadian tersebut, bila tidak mampu, kami secara terbuka akan menyatakan mosi tidak percaya pada Kapolda Sumsel,” ujar Sonny.

Ditambahkan Sonny, pihaknya saat ini tim investigasi akan segera melakukan pendampingan hukum terkait kejadian ini, karena korban Deni Irawan saat ini tercatat sebagai anggota IWO di Sumsel.

“Karena Denni Irawan (Korban) juga tercatat sebagai salah satu anggota IWO di Sumsel maka kita melalu Biro Hukum IWO Sumsel akan segera melakukan pendampingan Hukum terhadap yang bersangkutan,” tegasnya.

Kejadian bermula saat Deni Irawan (ir) salah satu wartawan dari media adaberitanet.com sedang melakukan peliputan di lokasi penambangan pasir di Desa Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kab. Banyuasin. Guna melakukan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat hampir dua tahun adanya penambangan pasir di desa namun tidak jelas kontribusinya seperti apa ke masyarakat.

“Menindak lanjuti keluhan masyarakat Desa Lebung terkait adanya aktifitas penambangan pasir hampir dua tahun ini berlangsung tidak jelas kemana kontribusinya ke desa, namun setibanya di Dusun Gemanpo, Desa Rantau Harapan saat sedang mengambil gambar dari atas perahu datang Speedboat dengan kecepatan tinggi menabrak perahu yang saya naiki,” kata Ir ketika dibincangi awak media, Minggu (8/3/2020).

Akibat benturan dengan Speedboat tersebut sambung Ir dirinya langsung terpental ke sungai, untung handphone tidak terlepas dari tangan, tidak cukup di situ pelaku lebih kurang enam orang secara biadab membabi buta langsung mengeroyok, memukul, menendang berkali-kali ke tubuh korban.

“Saya berusaha berpegangan di ujung perahu, melihat saya masih memegang Handphone (HP) beberapa pelaku langsung memukul dengan mengunakan besi behel bergagang bambu berkali – kali ke tangan kiri saya, sampai HP saya terlepas masuk ke dalam sungai,” jelas Ir sambil meringis kesakitan seusai dilakukan penanganan medis di klinik Revalisa Pangkalan Balai.

Atas kejadian tersebut Ir mengalami luka robek jari tangan tangan sebelah kiri, lembam di kepala bagian kiri,
ngilu di bagian bahu sebelah kiri dan telah melaporkan kejadian tersebut ke SPK Mapolres Banyuasin. Dia berharap
pelaku dapat ditindak tegas sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *