Konsumen Kecewa Dimodusin Plat Mobil Sementara Palsu, Oknum Dealer Nissan Alam Sutera Dipolisikan

oleh -318 views
Ilustrasi. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Masyarakat terutama konsumen automobile Indonesia wajib waspada akan bahaya oknum dealer yang memberikan plat sementara palsu kepada konsumen pembeli mobil baru.

Soalnya modus tersebut dialami oleh LQ Indonesia Lawfirm yang membeli sebuah kendaraan operasional dari Dealer Nissan Alam Sutera yang di miliki oleh PT Jayatama Kencana Motor (JKM), yang dipimpin oleh Direktur Kenny Kusuma dan Komisaris Florensia Irene Kusuma sesuai Akta Notaris No 21 tanggal 7 Juni 2018 di kota Semarang dengan total investasi Rp70 miliar berdasarkan keterangan di Sisminbakum pada tanggal 17 Desember 2019, ini ternyata dipasangi plat mobil sementara yang palsu.

Surat Pesanan Kendaraan (SPK) dikeluarkan oleh PT JKM dengan logo perusahaan dan ditandatangani oleh Alvin Lim selaku ketua LQ Indonesia Lawfirm dengan perwakilan PT JKM yaitu Sales Yohanes Rudianto dan supervisor Antoding.

Setelah dilakukan pelunasan pembayaran, mobil dikirimkan ke kantor LQ Lawfirm dengan sudah terpasang plat sementara bernomor B1582 CZL.

Beberapa hari kemudian ketika pegawai LQ Indonesia Lawfirm mengendarai mobil tersebut di daerah Tangerang Kota, tiba-tiba diberhentikan oleh Polisi dengan tuduhan plat palsu.

Pegawai LQ Lawfirm yang kebingungan menghubungi suaminya yang juga anggota kepolisian dan diterangkan bahwa plat dan surat keterangan plat sementara palsu yang diberikan oleh oknun dealer Nissan.

Ketika Advokat Alvin Lim mendapatkan laporan dari pegawainya bahwa plat dan surat sementara palsu, maka LQ mengirimkan somasi 1 dan 2 ke dealer Nissan Alam Sutera, yang kemudian ditanggapi oleh Lawyer PT JKM.

“Ironisnya sama sekali tidak ada permintaan maaf sedikitpun dan dengan angkuhnya tanggapan somasi malah berusaha menyudutkan konsumen dan terkesan melepaskan tanggung jawab,” ujar pelapor Priyono Adi Nugroho dalam siaran persnya kepada media, Selasa (10/3/2020) kemarin.

Hal klasik keangkuhan oknum perusahaan besar. Melihat tidak adanya itikat baik dari dealer Nissan Alam Sutera maka LQ Indonesia Lawfirm melaporkan kejadian pidana ke kepolisian dengan pasal 8, 62 dan 63f UU Perlindungan Konsumen dengan Terlapor Kenny Kusuma, Florensia Irene Kusuma, dan kawan-kawan dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan pencabutan izin usaha.

Jelas-jelas oknum dealer Nissan Alam Sutera dengan berani memalsukan surat keterangan nomor kendaraan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, menunjukkan betapa angkuhnya oknum dealer berpikir bahwa sudah hal biasa memberikan surat dan plat sementara palsu kepada konsumen.

“Tapi kali ini LQ Indonesia Lawfirm hendak memberikan pelajaran dan efek jera kepada oknum dealer Nissan Alam Sutera dan melakukan proses hukum pidana,” kata Advokat Alvin Lim dalam keterangan tertulisnya.

Di dalam UU Perlindungan Konsumen, adalah perjanjian antara PT JKM dengan konsumen sehingga Direktur Perusahaan wajib bertanggung jawab atas kesalahan Perusahaan dan tidak dapat menghindar dari tanggung jawab dan menyalahkan sales dan pegawainya saja.

Semestinya Direktur perusahaan memastikan bahwa barang kendaraan yang dijual sebelum di deliver harus jelas dan di cek keaslian dan keabsahannya dan bukan membiarkan karena perbuatan dilakukan dalam hubungan dengan konsumen.

Alvin Lim menambahkan pemberian plat sementara palsu merupakan pelecehan bukan hanya kepada konsumen tetapi kepada pihak Kepolisian.

Kepolisian harus tegas menindak oknum yang berani memalsukan surat yang dikeluarkan oleh kepolisian.

Apabila tidak maka Kepolisian dapat dianggap membiarkan dan setuju dengan oknum dealer Nissan untuk memalsukan surat instansi kepolisian. “Jika surat Kepolisian saja berani dipalsukan dan diberikan ke masyarakat dan didiamkan oleh Kepolisian maka bisa hilang marwah dan kehormatan pihak kepolisian,” ucap pengacara yang vokal ini.

Selanjutnya LQ Indonesia Lawfirm menyarankan kepada konsumen untuk mengecek ke absahan plat sementara ke pihak kepolisian, dan apabila diberikan plat palsu segera melapor dan berani melakukan proses hukum untuk menghindari kerugian.

Sementara itu pihak manajemen PT. JKM untuk konfirmasi berita tersebut di atas belum bisa dihubungi hingga berita ini diturunkan masih menunggu konfirmasi dari pihak manajemen. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *