Ojol Asal Bekasi Ngider ke Jakarta Untuk Cari Orderan Penumpang

oleh -186 views
Ojek Online di Jakarta. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Kebijakan Pemprov DKI memperbolehkan kembali layanan ojek online angkut penumpang setelah berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap Transisi, memaksa para driver di sekitar Jakarta pindah lokasi narik.

Hal itu menyusul kebijakan layanan angkut penumpang yang masih belum berlaku untuk wilayah penyangga Jakarta, seperti Kota Bekasi maupun Kota Depok.

Seperti halnya, Satrio (25) pengemudi ojek online dari Kota Bekasi yang memilih narik di kawasan Jakarta, karena telah dibuka kembali layanan angkut penumpang.

“Sudah dua hari, sama hari ini saya pindah wilayah balik ke Jakarta, biasanya saya stay saja di Jatiwaringin. Tapi karena Jakarta sudah dibuka, jadi saya pindah ke zona-zona yang masih hijau,” ujar Satrio pada Rabu (10/6/2020).

Satrio mengakui setelah dibukanya layanan angkut penumpang menjadi angin segar baginya setelah mengalami penurunan pemasukan secara drastis saat masa PSBB kemarin.

“Kalau kemarin mah sehari cuman bisa Rp 30-50.000 paling banyak. Tapi sekarang lumayan dua hari narik udah dapet sekitar hampir Rp 100.000-lah. Itu yang bikin saya pindah lokasi narik,” ungkapnya.

Satrio sangat bersyukur atas kembalinya layanan order penumpang di Jakarta. Dia sangat berharap layanan order penumpang turut dibuka oleh Pemda Kota Bekasi.

“Ekonomi udah kembali membaik semoga Bekasi dibuka order penumpangnya. Saya berdoa semoga angkanya enggak naik. Kami para driver yang jelas sudah terapkan semua protokol kesehatan, masker, hand sanitizer, ke posko nyemprot disinfektan,” harapnya.

Pengemudi ojek online lainnya asal Kota Depok, Anjar (24) pun pindah lokasi operasi ke wilayah Jakarta. Karena di Kota Depok layanan angkut penumpang juga belum dibuka.

“Jadi polanya pada jam sibuk berangkat dan pulang kantor saya ke Jakarta buat cari layanan order penumpang. Kalau siang saya balik lagi ke Depok, buat nyari orderan makanan,” kata Anjar.

Hal itu sudah dilakukan Anjar semenjak Senin (8/6/2020) setelah diperbolehkannya pelayanan angkut penumpang oleh Pemprov DKI. Untuk wilayah diluar penerapan pengendalian ketat berskala lokal di DKI Jakarta selama PSBB transisi berlaku.

Penumpang Bawa Helm Sendiri

Kendati demikian, Anjar menceritakan jika selama dua hari narik kemarin para penumpang masih banyak yang belum terbiasa membawa helm sendiri.

“Tapi masih banyak penumpang yang kagak bawa helm sendiri, kebanyakan si lupa. Jadi saya inisiatif bawa dua helm buat saling ganti dan bawa desinfektan sendiri, setelah helm dipakai saya semprot, habis itu simpen lagi tapi kalau yang tidak pakai masker, saya suruh beli dulu,” ungkapnya.

Diketahui bahwa Selama beroperasi, pengemudi ojol diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan, di antaranya wajib menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) dan wajib memakai masker, sarung tangan, pakaian mulai dari jaket, helm harus bersih dan bersesuaian dengan atribut perusahaan aplikasi tersebut.

Aturan itu tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan No. 105 tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi untuk Pencegahan Covid-19 Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif. (rus)

“Dicari Wartawan Untuk di Lima Wilayah DKI Jakarta, Bagi Yang Berminat Bisa Hubungi WA: 081285833108”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *