Organisasi BERSAMA: “Membebaskan Anak Bangsa dari Cengkraman Darurat Narkoba” Melalui Webinar Nasional

oleh -126 views
Organisasi BERSAMA menggelar Webinar Nasional dengan topik berjudul “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba.” (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Dalam rangka berpartisipasi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Ke-75, Webinar Nasional digelar oleh Organisasi BERSAMA yang didukung PAMEO (Paguyuban Media Online) pada Kamis (13/8/2020) pukul 14.00 -16.00 WIB Topik berjudul “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba.”

Ketum BERSAMA, Mayjen Pol (Purn) Drs. Putera Astaman, mengatakan dalam rilis yang dilayangkan, kegiatan Webinar Nasional tersebut diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang sudah terdaftar dari berbagai unsur Pemerintah dan masyarakat dari berbagai daerah di seluruh tanah air.

“Diharapkan Webinar Nasional ini menjadi kontribusi kecil dalam bentuk sinergi terpadu antara Pemerintah/GO/BNN RI dengan Non Pemerintah/NGO/Organisasi BERSAMA. Tujuannya hanya satu, “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba,” sumbangsih kepada tanah air tercinta dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan RI Ke-75,” terangnya.

Dalam kegiatan Webinar Nasional tersebut menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si – Deputi Rehabilitasi BNN RI yang berbicara tentang hal-hal strategis menyangkut kebijakan pemerintah c.q. BNN RI, terutama yang berkaitan dengan bidang rehabilitasi.

2) Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahwil Lutan, SH, MM, MBA – Koordinator Staf Ahli BNN RI yang berbicara tentang hal-hal strategis berkaitan dengan Implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020.

3) Mayjen Pol. (Purn) Drs. Putera Astaman – Ketua Umum BERSAMABerbicara mengenai hal-hal strategis tentang Drug Demand Reduction dengan strategi membangun dan membina 3 komunitas (Warga Tama, Warga Karya dan Warga Anti Madat) yang harus dikelola dengan Skala Besar dan berjalan beriringan dengan Implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020, sesuai surat dari Kepala BNN RI kepada Ketua Umum DPP BERSAMA No. B/2019/VII/KA/PM.00.03/2020/BNN tanggal 8 Juli 2020.

4) dr. Kenansa Anjani Natasha Sylva – Generasi muda BERSAMA berbicara tentang membangun dan membina Komunitas Warga Tama, khususnya dalam pembentukan grup-grup Bersih Narkoba (Grup BERSINAR) di kalangan generasi muda dan lain-lain.

Lebih lanjut diungkapkan dalam rilis alasan kegiatan Webinar Nasional ini mengambil topik berjudul “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba” dipilih yaitu mengingat perjuangan anak bangsa yang berupaya membebaskan diri dari bahaya laten narkoba selama puluhan tahun, sementara angkanya justru terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Menelisik saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016, Bapak Presiden Jokowi menyatakan bahwa kita (Indonesia) sudah dalam kondisi darurat narkoba dan Beliau mengumandangkan Indonesia Perang Melawan Narkoba,” ditambahkan Ketum BERSAMA, Mayjen Pol (Purn) Drs. Putera Astaman.

Dimana situasi darurat narkoba, sambungnya, dibuktikan bahwa narkoba telah merasuk di semua lini, juga pada
generasi muda kita, kalangan mahasiswa, pelajar tingkat SLTA, SMP dan SD, bahkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Narkoba tidak hanya beredar di kota-kota besar tapi telah merasuk sampai ke pelosok desa, sehingga tidak ada satu desa pun yang masih steril dari narkoba. “Bapak Presiden menyebutkan bahwa anak bangsa yang terjebak sebagai
pecandu narkoba berjumlah 5,1 juta orang dan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba, sesuai laporan kepala BNN RI kepada Bapak Presiden, setiap hari 40-50 orang generasi muda kita mati karena narkoba”.

Lebih lanjut diungkapkan Ketum BERSAMA, di lain pihak Komisioner Bidang Kesehatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 6 Maret 2018 menyatakan bahwa: “Dari total 87 juta anak, maksimum 18 tahun, ada 5,9 juta yang tercatat sebagai pecandu (6,78%) dan dinyatakan pula bahwa trend ini akan terus mengalami peningakatan, baik modus maupun pola penyebarannya”.

Kepala BNN RI pada Februari 2018 menyebutkan bahwa pengguna narkoba di Indonesia mencapai 6,4 juta orang dan kebutuhan narkoba per-minggu bagi penggunanya mencapai 6 ton. “Menghadapi kejahatan luar biasa ini Bapak Presiden selain menegaskan Perang Melawan Narkoba, mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa agar bersinergi: Pesantren, Universitas, Kementerian, Lembaga, Kabupaten/Kota, Propinsi .. Semuanya!.”

Lebih lanjut diungkapkannya bahwa dalam sambutan HANI 2016 tersebut presiden menegaskan lagi: “Saya perlu ingatkan semua harus bersinergi mulai BNN, Polri, Kementerian, Lembaga, LSM, Masyarakat, semua harus betul- betul melakukan langkah-langkah yang terpadu untuk melawan narkoba, langkah-langkah yang progresif yang mengalahkan kelicikan para pengedar narkoba. Dan tidak kalah penting semua harus menghilangkan ego masingmasing, ego sektoral. Dengan kekuatan dan kecerdasan kita bersama sekali lagi, kita kejar, kita tangkap, kita hajar para pengedar narkoba, baik yang besar, sedang, kecil sampai kita kuatkan lagi jaringan sosial dan budaya yang bisa menjadi BENTENG mencegah menjamurnya narkoba.”

Laporan Kepala BNN RI pada HANI 2020 menyebutkan hasil penelitian BNN RI bekerjasama dengan pusat penelitian masyarakat dan budaya LIPI tahun 2019, trend prevalensi penyalahagunaan narkotika di Indonesia setahun terakhir sebesar 1,80% atau setara dengan 3.419.188 orang.

Sedangkan angka prevalensi 2011 sebesar 2,40% atau setara dengan 4.530.000 orang. Dengan demikian tercatat penurunan sekitar 1 juta pecandu.

Di bidang supply reduction BNN RI bersama Polri berhasil mengungkap 6,9 ton sabu dan 1,36 ton ganja, menggagalkan penyelundupan 2,06 ton dan 17,4 ton narkotika bekerjasama dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Malaysia. Dan sejumlah pengungkapan lain di seluruh tanah air yang hasilnya cukup menggembirakan.

“Tantangan dan bahaya narkoba ini belum menurun secara signifikan seperti yang diharapkan oleh kita semua. Masih diperlukan strategi dengan sinergitas implementasi yang lebih terpadu antara Pemerintah (GO) dan Masyarakat (NGO),” tandas Ketum BERSAMA lagi.

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan operasional dalam bentuk Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN yang perlu dipedomani dan diimplementasikan oleh seluruh komponen bangsa. “Untuk itulah Webinar Nasional ini kita selenggarakan agar dapat kita inventarisir dan diskusikan pemikiran-pemikiran tentang solusi membebaskan anak bangsa dari cengkraman darurat narkoba,” tutup Ketum BERSAMA, Mayjen Pol (Purn) Drs. Putera Astaman. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *