Libur Panjang Diharapkan Tidak Tingkatkan Kasus Baru Covid 19

oleh -80 views
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat untuk mengisi liburan dengan bijak dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang berdampak pada kenaikan kasus positif seperti yang terjadi pada libur panjang Agustus 2020 lalu.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, pandemi Covid-19 masih menyimpan banyak teka teki yang belum terungkap.Pada perayaan Hari Raya Idul Fitri pemerintah tegas mengajak semua komponen untuk bisa tahan diri bersabar agar tidak mudik pulang kampung. Setelah Idulfitri kasus yang terjadi tidak mengalami peningkatan signifikan.

Namun pada akhir Juli ada perayaan Iduladha, mulai ada pelonggaran dan tidak seketat Idulfitri. Kemudian dilanjutkan libur 17 Agustus dan libur panjang bersama. “Akhir Agustus awal September 2020 kasus mengalami peningkatan,” katanya dalam dialog virtual dari Graha BNPB, Jakarta, yang dilansir Rabu (22/10/2020).

Saat itu kapasitas ICU di rumah sakit pun mencapai 83 persen, sehingga Gubernur DKI Jakarta kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar dengan ketat. Akhirnya tingkat keterisian ICU turun menjadi 63-64 persen. Bahkan pada periode tersebut, angka kematian dokter pun tertinggi selama tujuh bulan pandemi.

Doni pun menegaskan, jangan lengah, lebih waspada agar keadaan itu tidak terulang kembali dan tidak terkendali. Oleh karena itu Presiden Joko Widodo lanjutnya, berulang kali mengingatkan agar hal itu jangan sampai terjadi pascalibur panjang akhir Oktober 2020.

“Oleh karenanya cuti kali ini jangan sampai menimbulkan masalah baru. Bapak Presiden wanti-wanti mengingatkan. Beliau khawatir apabila libur panjang tidak disiapkan dengan baik, penambahan kasus pasti akan meningkat,” ungkapnya.

Masyarakat diingatkan untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Perlu pula menjaga kesehatan diri dan meningkatkan imunitas.

Sebagai antisipasi menghadapi libur panjang, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri akan membuat surat edaran meminta seluruh gubernur untuk mengendalikan dan mengelola semua tempat wisata yang akan menjadi tujuan wisatawan.

Selama lebih dari tujuh bulan pandemi terjadi di Indonesia, banyak masyarakat yang jenuh berada di rumah. Libur panjang pasti akan dimanfaatkan untuk menikmati fasilitas liburan di daerah. Oleh karena itu tanpa kerja sama dengan pemerintah daerah tentu akan sulit membuat kesiapan penanganan.

Satgas memprediksi keinginan masyarakat untuk berlibur sangat tinggi, terutama di sekitar Jawa Barat, Bandung, kawasan Puncak dan wilayah sekitar Banten.

“Penduduk DKI Jakarta jumlahnya hampir 10 juta orang dan ada keinginan untuk mencari sesuatu yang bersifat alam sangat tinggi,” kata Doni.

Selain itu lanjut Doni, dunia usaha juga punya peran mengelola tempat usahanya yang menjadi tujuan wisatawan. Caranya dengan mematuhi surat edaran Menteri Dalam Negeri ataupun peringatan dari gubernur, bupati, walikota terkait kapasitas lokasi wisata tidak boleh lebih dari 50 persen. Hotel, restoran juga wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Ini untuk menghindari kerumunan. Kalau ini dipatuhi, jaga jarak maka liburan aman, nyaman tanpa kerumunan insya Allah bisa tercapai,” imbuhnya.

Ia pun yakin, jika semua elemen bangsa mematuhi protokol kesehatan, bangsa Indonesia bisa cepat pulih dari Covid-19.

Terkait libur panjang, banyak alternatif yang bisa yang akan dipilih seperti keluar rumah, keluar kota atau di rumah saja. Doni yakin masyarakat sudah semakin paham dan cerdas untuk memilih mana yang akan dilakukan selama liburan panjang. Bahkan liburan di rumah bisa menjadi pilihan.

Doni juga mengajak masyarakat mengisi liburan untuk melakukan aktivitas peduli lingkungan, terlebih saat ini sudah masuk musim hujan dan ada fenomena La Nina yang semakin menambah curah hujan dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, puting beliung dan gelombang pasang.

Aktivitas menanam bibit pohon, memangkas ranting pohon, membersihkan selokan, gorong-gorong bisa dilakukan secara bergotong royong di masyarakat untuk mengisi liburan. Kesiapsiagaan bencana ini bisa mengurangi kerugian jiwa dan materi ketika bencana terjadi.

Bagi masyarakat yang berlibur, harus pula memperhatikan kerentanan dan potensi bencana di wilayah yang dituju. Prakiraan cuaca perlu terus diakses, karena Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui prakiraan cuacanya.

“Di alam terbuka bukan tanpa risiko. Di pantai terutama di beberapa provinsi yang mengalami cuaca tak menentu, ombak besar terutama di pantai selatan Jawa ada potensi tergulung ombak,” imbuhnya.

Doni mengingatkan, agar setiap orang berani menegakkan protokol kesehatan dan memberi peringatan kepada pelanggarnya. Jika berani melakukan hal itu, maka bisa disebut pahlawan kemanusiaan.

Transportasi Aman

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengingatkan, masyarakat yang hendak berlibur tetap mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan moda transportasi massal yang tepat.

“Dalam rapat terbatas, Presiden juga meminta agar hal ini dipersiapkan dengan baik sehingga tidak menambah kasus penularan Covid-19,” katanya.

Jika melihat kondisi yang lalu, saat libur untuk transportasi udara di Bandara Soekarno Hatta ada kenaikan 10-20 persen dari 40 persen ke 50 persen. Diperkirakan libur panjang kali ini ada kenaikan hingga 20 persen.

Selain itu, banyak masyarakat yang berlibur di sekitar Pulau Jawa menggunakan kereta api dan jalur darat. Untuk kereta api dan pesawat udara protokol diterapkan secara ketat bahkan penumpang diberikan _face shield_.

Untuk antisipasi libur panjang, pihaknya pun menyampaikan ke operator untuk menambah frekuensi perjalanan. Hal ini bertujuan menghindari kerumunan dan tetap memberi rasa aman.

Dalam waktu dekat Kementerian Perhubungan juga akan mengundang operator semua moda transportasi mengantisipasi libur panjang mendatang dengan menegakkan protokol kesehatan.

Budi juga mendorong agar pengawasan protokol kesehatan juga dilakukan oleh dinas perhubungan di daerah. Selain itu juga pelibatan TNI dan Polri di sejumlah lokasi wisata bisa diupayakan dalam pelaksanaan protokol kesehatan.

Selain itu, hal yang perlu diantisipasi adalah kemacetan. Jangan sampai karena orang berlama-lama di suatu tempat menyebabkan penularan Covid-19. Diimbau waktu perjalanan tidak terpusat pada 27 Oktober malam atau 28 Oktober karena dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan. Jika ingin berlibur manfaatkan tanggal lainnya, karena waktu libur sangat panjang.

“Kami identifikasi beberapa daerah yang kemungkinan terjadi suatu kemacetan ke arah timur di jalan darat, kapal ke arah Sumatera,” ucapnya.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, harus dipastikan kondisi kendaraan prima. Jika tidak lebih baik menggunakan moda transportasi umum dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Terkait kondisi cuaca, semua moda transportasi juga harus memperhatikan prakiraan cuaca BMKG seiring masuknya musim hujan. (dra)

‘Dicari wartawan untuk Biro Jakarta dan se-Indonesia yang bisa berdikari, mandiri, dan bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah, stake holder, swasta, organisasi, dll. Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi WA: 0815-1086-8686 dengan redaksi BEKASIPEDIA Group’

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *