Usia Sasaran Vaksinasi di Indonesia Mempertimbangkan Data Uji Klinis

oleh -113 views
Petugas medis (kanan) menyimulasikan pemberian vaksin Covid-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Pemerintah berdasarkan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) telah menetapkan sasaran penerima vaksin Covid-19. Salah satu kriteria adalah berusia 18-59 tahun.

Pemilihan usia ini mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya subjek penelitian vaksin Covid-19 saat ini dilakukan terhadap rentang usia tersebut.

Selain itu, hingga sekarang belum ada data dukung uji klinis terkait keamanan vaksin untuk kelompok penduduk lanjut usia, dengan komorbid, dan usia di bawah 18 tahun maupun di atas 59 tahun.

Demikian dijelaskan anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional ITAGI, Prof Soedjatmiko. Pertama, terkait subjek penelitian vaksin. Vaksin yang sudah tersedia saat ini baru terbukti dari sisi keamanan, efikasi, maupun mutu untuk usia 18-59 tahun.

ITAGI tidak bisa merekomendasikan sesuatu yang belum terbukti aman untuk kelompok penduduk lain.

Namun, dia melanjutkan, tidak tertutup kemungkinan ke depan nanti akan ada vaksin untuk usia di bawah 18 tahun dan di atas 59 tahun. Ada vaksin tertentu yang masih dalam proses uji klinis fase 1 dan fase 2 untuk anak di bawah 18 tahun dan lansia di atas 59 tahun.

Oleh karena itu kelompok ini diharapkan lebih banyak tinggal di rumah dan menerapkan protokol kesehatan sampai ada vaksin untuk mereka atau sampai pandemi reda.

“Jadi kalau izin klinisnya pada usia 18-59 tahun, maka hanya boleh dipakai untuk umur itu. Kalau mau dipakai untuk kelompok umur lain, ya kita bikin uji klinis lagi,” kata Soedjatmiko seperti dilansir dari Suara Pembaruan, Jumat (11/12/2020) kemarin.

Kedua, 80% kasus konfirmasi positif adalah berusia 18-59 tahun. Ini terjadi karena mereka berusia produktif dengan mobilitas atau aktivitas di luar rumah tinggi. Mereka lebih rentan terinfeksi maupun menjadi pembawa atau penyebar virus. Mereka berpotensi membawa virus ke dalam rumah dan berisiko memicu klaster keluarga.

Lansia atau orang tua di rumah dengan komorbid bisa terinfeksi dan jatuh dalam kondisi parah. Jumlah usia 18-59 tahun ini sangat banyak dibanding jumlah lansia atau mereka yang memiliki komorbid yang hanya sekitar 30% dari total penduduk.

Oleh karena itu sebagian negara melakukan uji klinis vaksin pada rentang usia ini. Dengan memberikan vaksin pada rentang usia ini diharapkan bisa menurunkan penularan selama di jalan, tempat kerja, dan ketika pulang ke rumah.

“Indonesia dan beberapa negara merencanakan untuk vaksinasi umur 18-59 tahun, karena jumlahnya paling banyak, sedangkan lansia atau dengan komorbid jumlahnya sedikit,” katanya.

Menurut Soedjatmiko, jika vaksinasi umur 18-59 tahun mencapai minimal 70%, maka akan terjadi herd immunity atau kekebalan kelompok. Penularan pun menurun karena virus sulit berkembang. Dengan demikian, maka usia di atas 59 tahun dan di bawah 18 tahun otomatis terlindungi sehingga tidak perlu divaksinasi.

Namun, menurut Soedjatmiko, karena ketersediaan vaksin yang masih terbatas, maka cakupan vaksin pun perlu bertahap. Tidak harus diberikan kepada 70% kelompok sasaran secara simultan. Jika dengan vaksinasi 18-59 tahun ternyata pandemi reda, maka biaya lebih hemat karena lansia di atas 59 tahun dan anak di bawah 18 tahun tidak perlu divaksinasi.

Apabila nanti jika vaksinasi umur 18-59 tahun selesai, tetapi penularan dan kematian masih tinggi pada umur tersebut, maka perlu dipertimbangkan untuk imunisasi lansia dan anak. Dengan syarat, vaksin tersebut telah selesai uji klinis fase 3 untuk anak dan lansia.

“WHO menganjurkan menggunakan vaksin sesuai dengan hasil uji klinis masing-masing jenis vaksin. Jadi uji klinis vaksin A tidak bisa diterapkan untuk B,” kata Soedjatmiko. (rus/brs)

“Anda Berminat Gabung Menjadi Wartawan di Daerah se-Kota/Kabupaten di Indonesia, Silahkan WA ke-0815-1086-8686 dengan Bang Pede”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *