oleh -124 views
Lokasi penemuan jasad bayi perempuan di semak-semak kawasan RT 04/01 Bintara Jaya, Bekasi Barat, pada Selasa (8/6/2021) sore kemarin. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Suprijadi mengatakan, kakak beradik yang membuang jasad bayi malang di semak-semak, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, tinggal serumah.

Mereka diketahui merupakan pendatang dari daerah lain yang baru menempati kontrakan yang berlokasi tak jauh dari tempat pembuangan bayi.

“Mereka ini kakak adik, tinggal serumah dan melakukan hubungan terlarang,” ujar Suprijadi saat dikonfirmasi, Sabtu (12/6/2021).

Polisi telah menaikan status kasus ke tahap penyidikan setelah menetapkan kakak laki-laki pembuang bayi sebagai tersangka.

Selain itu, beberapa barang bukti juga turut diamankan atas kasus pembuangan bayi hasil hubungan sedarah tersebut.

“Ada baju, kemudian pakaian yang melekat pada bayi tersebut itu diamankan dan kami jadikan barang bukti,” ungkapnya.

Sebelumnya, jasad bayi perempuan ditemukan di semak-semak kawasan RT 04/01 Bintara Jaya, Bekasi Barat, pada Selasa (8/6/2021) sore kemarin.

Ada pun umur bayi yang saat ditemukan masih tersambung tali pusar itu, diperkirakan baru dilahirkan selama 4-5 jam.

Belakangan diketahui bahwa orang tua yang membuang bayi itu, merupakan kakak beradik yang tinggal di dekat lokasi pembuangan.

Keterangan Resmi Polisi soal Bayi yang Dibuang di Bintara Jaya

Sementara itu Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Suprijadi membenarkan bahwa jasad bayi yang ditemukan di semak-semak kawasan Masnaga, Bintara Jaya, Bekasi Barat, pada Selasa (8/6/2021) lalu, merupakan hasil hubungan sedarah.

Pelaku pembuang bayi adalah kakak dan adik, dimana ayah bayi malang tersebut adalah seorang laki-laki berumur 20 tahun yang juga merupakan kakak kandung dari adik perempuan yang merupakan ibu bayi tersebut. “Masih ada hubungan sedarah dengan ibu yang melahirkan bayi tersebut. Laki-laki itu kakaknya wanita yang melahirkan bayi,” kata Suprijadi saat dikonfirmasi, Sabtu (12/6/2021).

Kapolres menambahkan lantaran bayi tersebut merupakan hasil hubungan terlarang, keduanya kemudian membuang bayi tersebut ke semak-semak yang berjarak hanya 50 meter dari kontrakannya.

Atas kejadian tersebut, polisi telah melakukan penahanan kepada kakak laki-laki untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Terkait penemuan bayi di Bintara, kita sudah melakukan penyelidikan ada satu yang diamankan. Dimana mereka ini hubungan terlarang, mereka melahirkan bayi dan dibuang ini sudah naik ke penyidik. Tersangka (laki-laki) sudah ditahan ini pendalam untuk penyidikan,” ucapnya.

Sebelumnya, jasad bayi perempuan ditemukan di semak-semak kawasan RT 04/01 Bintara Jaya, Bekasi Barat, pada Selasa (8/6/2021) sore kemarin.

Ada pun umur bayi yang saat ditemukan masih tersambung tali pusar itu, diperkirakan baru dilahirkan selama 4-5 jam.

Belakangan diketahui bahwa orang tua yang membuang bayi itu, merupakan kakak beradik yang tinggal di dekat lokasi pembuangan.

Warga Temukan Jasad Bayi di Semak-semak di Bintara Jaya

Sebelumnya diberitakan, sesosok jasad bayi ditemukan di semak-semak kawasan RT 04/01 Masnaga, Bintara Jaya, Bekasi Barat, pada Selasa (8/6/2021) kemarin.

Kasie Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Bintara Jaya, Yati menceritakan awalnya jasad bayi malang itu ditemukan oleh seorang warga sekitar yang hendak memancing dekat semak-semak. “Kronologisnya kami dapat laporan setelah melaksanakan apel sore sekitar jam 16.00 WIB. Awalnya ada warga mau mancing, lalu melihat jasad bayi tersebut,” kata Yati saat ditemui di sekitar lokasi, Rabu (9/6/2021).

Yati kemudian menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Bekasi Kota.

Hanya beberapa jam saja, pelaku pembuangan bayi malang langsung bisa diamankan.

Sementara itu, Nasrudin Ketua RT 04/01 Bintara Jaya menjelaskan dua orang pelaku yang diamankan merupakan warga pendatang yang mendiami lokasi berjarak 50 meter saja dari tempat pembuangan bayi.

Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku setelah melihat bercak darah yang mengarah ke rumah pelaku. “Dua pelaku memang warga saya, tapi mereka pendatang yang baru dua bulan pindah. Mereka tidak laporan saat mendiami lokasi itu,” ungkap Nasrudin.

Setelah diinterogasi dua pelaku pembuangan bayi yang mendiami rumah tersebut ternyata memiliki hubungan darah, yakni kakak dan adik.

Bayi tersebut merupakan hasil hubungan sedarah atau yang disebut inses. “Kakaknya yang perempuan, umurnya sekitar 20 tahunan. Adiknya laki-laki, umurnya mungkin 18 tahunan,” tuturnya.

Mereka berdua kini telah diamankan di Mapolres Metro Bekasi Kota.

Lokasi semak-semak tersebut kini telah diberi garis polisi. (trb/jek)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *