Pemprov DKI Gelar Vaksin 1.846 Orang di Rusun Marunda

oleh -52 views
Ilustrasi Vaksin Covid 19. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama TNI dan Polri menggelar vaksin massal terhadap 1.846 orang di Rumah Susun Sederhana Sewa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, guna mengurangi risiko penularan COVID-19.

“Dalam dua hari ini, 32 rumah susun di Marunda menjadi target untuk pelaksanaan vaksin,” kata Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko di Jakarta.

Sarjoko mengatakan pelaksanaan vaksinasi di Rusun Marunda mencanangkan target peserta sebanyak 6.000 orang.

Ia mengatakan sasaran “serbu” vaksinasi massal selanjutnya adalah 195 apartemen lain yang ada di DKI Jakarta.

Sedangkan di Jakarta Utara, area rumah susun (rusun) yang difungsikan sebagai Posko Serbuan Vaksinasi COVID-19, adalah Rusun Marunda, Rorotan, dan Semper Barat.

Hal itu untuk meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 dengan sasaran yang besar di wilayah Kecamatan Cilincing dan mencapai “herd imunity” 60-90 persen dalam rangka penanganan pandemi COVID-19.

Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar kembali vaksinasi massal lanjutan pada Sabtu pekan ini.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing dr Dian Anggrainy menjelaskan kegiatan serbuan vaksinasi COVID-19 akan semakin digencarkan di wilayah Cilincing untuk menekan risiko penularan COVID-19.

Berdasarkan data sementara capaian vaksinasi COVID-19 yang diterima dari Puskesmas Kecamatan Cilincing untuk masyarakat umum dan rentan yang sudah divaksinasi mencapai 18.389 orang, serta warga lansia sebanyak 16.997 orang.

Sedangkan jumlah warga yang berhasil divaksinasi di Posko Serbuan Vaksinasi COVID-19, Rusun Marunda pada Rabu sebanyak 711 orang dan Kamis meningkat menjadi 1.135 orang.

Tiga tim puskesmas dengan jumlah personel 18 tenaga kesehatan dan juga dibantu oleh empat tim dari unsur TNI diturunkan dalam kegiatan serbuan vaksinasi itu.

Dian menyatakan pelaksanaan vaksinasi dengan mengambil lokasi di rusun tergolong sangat tepat karena merupakan permukiman yang terpusat dalam jangkauan daerah yang tidak terlalu luas dan jumlah penduduknya cukup banyak. Dengan begitu akan mendapatkan banyak target yang divaksinasi.

“Untuk penyuntikan vaksin dosis kedua akan dilakukan dua belas minggu ke depan,” tambahnya. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *