Dishub Jakbar Klaim Mobilitas Kendaraan Turun 40 Persen Sejak PPKM Darurat

oleh -57 views
Pasca kerusuhan aksi 21-22 Mei 2019, tampaknya warga Jakarta lebih memilih tinggal di rumah daripada bekerja ke kantor. Hal itu terlihat dari sepi dan lengangnya arus lalu lintas sepanjang Jalan Jend Sudirman dan Jalan MH Thamrin. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat mengklaim tingkat mobilitas kendaraan menurun sebanyak 40 persen sejak pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menekan penyebaran COVID-19 pada 3 Juli 2021.

“Ada penurunan 20 persen rata-rata. Namun saya lihat lagi ternyata 40 persen ya. Lebih kurang segitu,” kata Kasie Pengendalian Operasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Wildan ​​​​Anwar saat ditemui di lokasi penyekatan Jalan Daan Mogot KM11 Jakarta Barat, Jumat (16/7/2021).

Menurut Anwar, penurunan mobilitas kendaraan terlihat di beberapa ruas jalan protokol Jakarta Barat yang lengang saat penerapan PPKM Darurat.

Dengan kondisi tersebut, Anwar berharap kebijakan PPKM Darurat dapat menekan penyebaran kasus COVID-19 di wilayah Jakarta Barat yang meningkat pada beberapan pekan terakhir ini. “Karena penularan itu masih tinggi. Kalau masyarakat tidak menekan perjalanannya artinya tingkat penularan masih tinggi,” kata Anwar.

Anwar mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak atau bekerja di luar sektor esensial dan kritikal agar tetap beraktivitas di rumah sesuai aturan yang diberlakukan pemerintah.

Anwar menyebutkan terdapat tiga pos penyekatan tambahan di Jakarta Barat, yakni Kalideres, Joglo, dan Daan Mogot selama PPKM Darurat.

Berdasarkan pantauan di beberapa ruas jalan yang kerap terjadi kemacetan di Jakarta Barat, salah satunya Jalan Tubagus Angke yang terlihat lengang saat PPKM Darurat diberlakukan. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *