Kadin Indonesia Dorong Lebih Banyak UMKM Naik Kelas

oleh -53 views
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menegaskan, Kadin adalah rumah bersama bagi seluruh pengusaha. Tidak hanya pengusaha besar dan menengah, tetapi juga pengusaha kecil dan mikro. Karenanya, Kadin melalui program-programnya akan akan selalu memberikan dukungan pada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa naik kelas.

“Seperti yang selalu kami sampaikan, Kadin adalah rumah kita bersama untuk semua pengusaha. Semuanya punya hak yang setara. Kita harus membantu saudara-saudara kita untuk naik kelas, kita butuh lebih banyak lagi pengusaha,” kata Arsjad Rasjid dalam webinar “Strategi Digital Marketing bagi UMKM Berbasis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif”, Minggu (29/8/2021).

Menurut Arsjad, kegiatan webinar yang digelar Kadin Indonesia, Kadin Gorontalo, Yayasan Bakrie Amanah dan Ok Oce ini juga merupakan bagian dari upaya Kadin untuk membuat UMKM Indonesia naik kelas.

“Ini salah satu ikhtiar kita. Saya yakin melalui event semacam ini, kita bisa belajar banyak hal mengenai strategi bisnis agar kita sebua lebih resilience atau tahan banting di masa sulit pada saat pandemi,” kata Arsjad.

Diungkapkan Arsjad, adanya pandemi Covid-19 telah melahirkan banyak UMKM baru. Kenaikan ini disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor yang kemudian mendorong tenaga kerja terdampak untuk menjadi pengusaha UMKM. Misalnya di Provinsi Gorontalo, jumlah pelaku UMKM pada 2019 mencapai 67.500. Kemudian di masa pandemi, jumlahnya meningkat jadi 94.800. Namun sebagai “pemain baru”, tentunya pelaku UMKM ini membutuhkan banyak dukungan dari Kadin.

“Di samping keterbatasan skill dan modal, pengusaha baru ini juga minim jaringan ke pasar. Adalah upaya Kadin Gorontalo untuk bisa menjembatani agar masalah keterbatasan jaringan pemasaran dapat teratasi. Tidak saja untuk pengusaha pemula, tetapi juga UMKM yang ingin meningkatkan omset dan membidik pasar ekspor,” kata Arsjad. (ist/jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *