DPRD DKI Ungkap Ada 6 Sekolah Ditutup karena Ditemukan Kasus Positif Covid-19 Saat PTM

oleh -45 views
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta Prof. DR. dr. Rini Sekartini, SpA (K) mengatakan sejauh ini kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) untuk vaksinasi COVID-19 pada anak tidak banyak ditemukan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, vaksin COVID-19 aman untuk anak. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani mengungkapkan bahwa terdapat 6 sekolah di Jakarta yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) ditutup sementara karena ditemukan adanya kasus positif Covid-19.

Keenam sekolah itu ditemukan kasus Covid-19 berdasarkan hasil evaluasi PTM terbatas dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta per 22 September 2021.

“Informasi yang didapat hasil evaluasi PTM terbatas di DKI Jakarta per 22 September 2021 adalah sebanyak 7 sekolah yang diberlakukan penutupan sementara, 6 di antaranya dikarenakan ditemukan kasus positif dan 1 sekolah ditutup karena pelanggaran prokes,” ujar Rani Mauliani kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Rani tidak menyebutkan detail nama sekolah yang ditemukan kasus positif Covid-19 tersebut. Namun, dari 6 sekolah tersebut, kata dia, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan tracing.

“Dari 6 sekolah yang ditemukan kasus positif, hanya 1 sekolah yang hasil tracing terdapat 2 murid yang positif dan 5 sekolah lainnya seluruh hasil tracing menunjukkan hasil negatif,” ungkap dia

Rani pun meminta Pemprov DKI untuk melakukan investigasi terkait informasi munculnya 25 klaster baru Covid-19 setelah pempberlakuan PTM di Jakarta. Dia berharap Pemprov transparan dalam setiap kasus Covid-19 di sekolah.

“Karena ini menyangkut hal nyawa anak-anak, tapi kita juga harus berprasangka baik kepada Disdik yang tidak mungkin ceroboh dalam hal ini karena terkait pastinya ada kredibilitas yang dijaga,” pungkas Rani.

Sebelumnya, Kepala Bidang SMP-SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Putoyo mengatakan Disdik DKI mengaku kaget dengan informasi adanya 25 klaster baru Covid-19 yang terjadi selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah yang berada di Jakarta.

Pasalnya, kata Putoyo, selama ini pihaknya tidak menemukan adanya klaster Covid-19 yang terjadi selama PTM.

“Belum ada kalau kasus klaster di kami, makanya kami agak kaget mendengar (25 klaster Covid-19 PTM), jadi langsung berkoordinasi dengan Dinkes DKI,” ujar Putoyo saat dihubungi wartawan, Kamis (23/9/2021).

Putoyo mengatakan, pihaknya sudah tiga kali melakukan uji coba PTM yakni bulan April, Juni, dan Agustus hingga sekarang. Dari uji coba PTM pada April dan Juni serta pelaksanaan PTM pada Agustus 2021, tutur Putoyo, tidak ada laporan klaster Covid-19 yang terjadi di sekolah-sekolah yang menyelenggarakan PTM. “Enggak ada, belum ada klaster di sekolah,” tandas dia.

Dia juga tidak menampik jika ada siswa yang terpapar Covid-19 selama ini. Namun, kata dia, siswa-siswa tersebut, terpaparnya bukan di sekolah dan mengakibatkan adanya klaster PTM.

Pasalnya, menurut Putoyo, yang disebut klaster jika satu siswa terpapar Covid-19 dan menularkan ke siswa lain yang sama-sama mengikuti PTM di sekolah.

“Itu terdata (siswa positif Covid-19), tapi kan definisi klaster itu kan dari Dinas Kesehatan sebetulnya harus ada 1, kemudian menularkan kepada beberapa itu baru namanya klaster. Kalau cuma ketemu 1 kan bukan klaster namanya,” tandasnya. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *