Peringati Hari Batik Nasional, Disbud Provinsi DKI Jakarta Gelar Pameran Batik Bertema Kehidupan Manusia di Era Pandemi

oleh -55 views
Pameran Batik Ilustrasi. (foto: ist/Sindonews)

JAKARTAPEDIA.id – Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Seni Jakarta mengadakan kegiatan Pameran Batik. Pameran dengan tema “Mengungkap Makna Simbolik Motif Batik di Era Pandemi” diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional tahun 2021.

Dengan berkolaborasi bersama Yayasan Batik Indonesia, pameran dilaksanakan pada 2-30 Oktober 2021 di Museum Tekstil, Jakarta Barat.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya pelestarian budaya yang harus tetap dipertahankan.

“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Pameran Batik ini, tentu saja kegiatan ini telah berkontribusi nyata terhadap keberlangsungan Warisan Budaya Tak Benda yaitu Batik Indonesia,” ujar Iwan.

Dalam pameran tersebut akan dipamerkan kurang lebih sebanyak 100 lembar batik dengan motif Tambal, Udan Liris, dan Gringsing dari koleksi Museum Tekstil, Yayasan Batik Indonesia, dan kolektor batik Indonesia.

Motif-motif Batik yang dipamerkan memiliki filosofi mendalam terkait kehidupan manusia, termasuk di saat ada kemalangan atau kesusahan, seperiti kondisi pandemi saat ini.

Rangkaian kegiatan akan disemarakkan dengan beberapa acara di antaranya tanggal 2-28 Oktober terdapat Lomba Cipta Kreasi Batik Motif Tambal, Udan Liris dan Gringring. Tanggal 6, 14 dan 27 Oktober diramaikan dengan kegiatan Workshop Membatik yang diikuti siswa-siswi SMK dan Komunitas Wastra di DKI Jakarta. Dan di tanggal 8, 13, 15, 22, 28 dan 30 Oktober dilengkapi dengan kegiatan Webinar terkait Batik Indonesia.

“Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta juga terus bersinergi dalam pelestarian batik bersama Yayasan Batik Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan terlaksana dengan sempurna,” ujarnya lagi.

Tentu saja Pameran Batik ini mendapatkan dukungan penuh melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) dan BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) Museum dan Taman Budaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Yayasan Batik Indonesia dan para kolektor batik Indonesia, serta segenap pihak yang telah mendukung pameran ini, yang terus bersinergi dengan Museum Tekstil dalam pelestarian batik.

Pelestarian dan pengenalan Batik kepada generasi muda menjadi visi dan salah satu misi dari Museum Tekstil dan regenerasi pelestarian Batik ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan batik menjadi pusaka budaya kebanggaan Bangsa Indonesia.

Perlu diketahui, 2 Oktober 2019 menandai kebangkitan batik Indonesia di mata dunia. Pada tanggal itu, batik Indonesia pertama kali menggema di ruang sidang UNESCO yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage, batik resmi dikukuhkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia milik Indonesia, menyusul Keris dan Wayang sebagai pendahulunya. Untuk memperingati hari bersejarah tersebut, maka setiap tanggal 2 Oktober, seluruh rakyat Indonesia dan dunia memperingati Hari Batik Nasional. (ist/dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *