Dinas KPKP DKI Jakarta akan Jadikan Sawah Abadi Sebagai Agro Edukasi Wisata

oleh -18 views
Sawah. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta akan menjadikan Sawah Abadi, di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, sebagai Agro Edukasi Wisata.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, Sawah Abadi bisa menjadi alternatif yang menguntungkan untuk mempromosikan pertanian kepada masyarakat Jakarta, khususnya para pelajar.

“Kita sudah merealisasikan lima Agro Edukasi Wisata di tahun 2020. Kita masih punya kawasan yang potensial yaitu Sawah Abadi, yang dapat kita jadikan Agro Edukasi Wisata untuk persawahan,” ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Menurutnya, Agro Edukasi Wisata Sawah Abadi menawarkan konsep pengalaman kepada pengunjung tentang kehidupan daerah pertanian. Nantinya, pengunjung mendapat kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh petani.

“Hal ini tentu bisa menjadi daya tarik tersendiri serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bercocok tanam,” terangnya.

Eli menjelaskan, Agro Edukasi Wisata Sawah Abadi dapat mendekatkan pembelajaran pertanian bagi anak-anak sekolah secara sederhana dan mudah dipahami.

Tidak sekadar menanam padi, tetapi para pelajar juga dikenalkan dan diajari mengolah komoditi tersebut menjadi sesuatu yang mereka konsumsi setiap hari yaitu nasi.

“Jadi, nanti begitu anak-anak datang ke sini tahu, jangan sampai anak-anak kita tidak tahu nasi yang ada piring kita selama ini berasal dari sawah, bukan dari pabrik. Ini jadi tantangan kita sendiri. Pemprov DKI harus berkolaborasi dengan banyak pihak, dari pemerintah pusat, stakeholder, membuat desain atau prospek bisnis ke depan,” urainya.

Ia menambahkan, Agro Edukasi Wisata ini akan sangat bermanfaat untuk menarik minat regenerasi petani dengan cara memperkenalkan pertanian secara tidak langsung yaitu, berwisata sambil belajar bertani.

“Meski menjadi Agro Edukasi Wisata, marwah Sawah Abadi sebagai penghasil gabah untuk menyediakan benih padi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara tidak akan hilang,” katanya. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *