Aksi Brutal Polisi Koboi Todongkan Pistol ke Wajah Korban Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

oleh -31 views

JAKARTAPEDIA.id – Kasus arogan polisi koboi berinisial H berbuntut panjang. Kasus yang bermula pada saat korban berinisial D sedang memarkir mobil di depan pagar rumahnya dimarahi oleh oknum polisi tersebut hingga menodongkan pistol ke wajah korban. Kemudian korban melalui pengacaranya melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya.

Bermula korban D memarkir mobil di depan pagar rumahnya yang berlokasi di Jl. H.Djiran RT003 / RW001, Kel.Pinang, Kec. Pinang Kota Tangerang Banten, Rabu (20/10/2021).

Kemudian polisi koboi dengan arogan mengetuk kaca mobil korban D dengan mengatakan, “mobilnya majuan bang, saya orang sini. Mau lu apa. Turun lu, turun lu.”

Saat korban turun dan terjadi adu mulut. Kemudian datang beberapa orang yang mengaku keluarga polisi koboi tersebut dan langsung menyudutkan korban D.

Tak berhenti sampai disitu, polisi koboi dengan gaya arogan langsung mengeluarkan pistol yang dikeluarkan dari tas selempangnya dan mengarahkan ke wajah korban D seraya berkata,”saya polisi, gua tembak lu.” dan langsung mengarahkan pistol itu ke arah korban D tepat di arah wajahnya, lalu meletuskan pistolnya ke udara/atas.

Korban yang dalam posisi merunduk karena takut  tertembak,  kemudian didorong hingga kepojok tembok lalu para pelaku memukuli korban dengan tangan kosong secara bersama-sama ke arah korban.

Melihat posisi korban D yang dihajar oleh orang-orang tersebut, korban E selaku istri korban D langsung histeris mencoba melerai dan melindungi suaminya. Namun naas terkena pukulan dari para pelaku. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka luka, lebam dan nyeri.

Setelah kejadian tersebut korban langsung membuat laporan polisi melalui penasehat hukumnya ke Polda Metro Jaya pada Kamis (21/10/2021).

Penasehat hukum korban, Asst Prof.Dr. Dwi Seno Wijanarko, S.H, M.H, CPCLE.CPA berpendapat proses hukum ini harus segera di sikapi tegas.

“Ini Negara Hukum, bukan Negara koboi. Ada aturan hukum yang harus ditaati. Kami sudah mendalami peristiwa hukum yang menimpa klien kami, perbuatan tersebut telah dapat diduga keras melanggar ketentuan Pasal 170 ayat 2 KUHP jo Pasal 351 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1. Kami sudah membuat laporan pada SPKT Polda Metro Jaya pada Kamis 21 Oktober 2021,” jelas Dr. Seno, Sabtu (22/10/2021).

Lebih lanjut Dr. Seno meminta kepada Kapolda Metro Jaya untuk mensikapi anggotanya yang arogan memanfaatkan seragamnya dengan sewenang-wenang. “Hal ini jelas telah diduga keras melanggar Ketentuan Pidana dan melanggar Kode Etik Profesi,” tandasnya.

Di tempat terpisah Dr H Edhi Hasibuan SH MH,  anggota Kompolnas 2012 -2016 dan saat ini menjadi Direktur  Ketua Lembaga Kajian Strategi Kepolisian mengomentari bahwa menurutnya perilaku oknum seperti itu sangat tidak menunjukkan polisi yang humanis tapi kedepankan arogansi. “Kita minta kapolda atasan oknum itu  berikan saksi yang tegas,” tandasnya. (obin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *