Epidemiolog Minta Agat Pemerintah Subsidi Tes PCR untuk Transportasi

oleh -39 views
Penumpang pesawat diwajibkan swab tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 sebelum terbang di Bandara Soekarno Hatta. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Aturan wajib swab tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 bagi penumpang pesawat menjadi polemik, timbul penolakan dari berbagai pihak.

Menyikapi munculnya aturan tersebut, epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman menyarankan sebaiknya pemerintah harus menerapkan aturan swab tes PCR di seluruh moda transportasi baik itu di udara, darat dan laut.

“Diterapkan di semua moda transportasi karena yang berisiko tinggi bukan pesawat tapi di moda transportasi darat dan laut. Artinya, paling besar pergerakan itu perjalanan darat jadi paling berisiko dan logika harus diterapkan,” kata Dicky seperti dilansir dari beritasatu.com, Minggu (24/10/2021).

Dicky menyebutkan, dengan diterapkan di semua moda transportasi, pemerintah harus memberi subsidi harga serta memastikan ketersedian laboratorium swab tes PCR.

Hal ini untuk mengantisipasi dan mengurangi penyalahgunaan.

Menurut Dicky, jika pemerintah tidak memastikan kedua hal tersebut maka akan turun kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara testing dan hal ini bisa berdampak tinggi.

Selanjutnya, Dicky menuturkan, dengan situasi saat ini sebaiknya pemerintah menetapkan pelaku perjalanan dalam negeri sebaiknya mempertimbangkan level PPKM daerah asal penumpang dan cakupan vaksinasi. Pasalnya, meski kasus Covid-19 di Tanah Air menurun, tetapi masih terjadi penularan di level komunitas.

Oleh karena itu, untuk menjaga pengendalian kasus, Dicky menuturkan, dengan melakukan rapid Antigen 1×24 jam sebelum penerbangan atau 2×24 jam sudah dapat membantu mencegah penularan dengan mempertimbangan cakupan vaksinasi serta indikator epidemiologis asal penumpang. (ist/jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *