498 Pasien Omicron Dirawat di Jakarta, Wagub Minta Warga Tetap Prokes

oleh -12 views
Penumpang pesawat diwajibkan swab tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 sebelum terbang di Bandara Soekarno Hatta. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, hingga Rabu (12/1/2022), kasus Covid-19 varian omicron di DKI Jakarta ada sebanyak 498 orang.

Dari angka tersebut, sebanyak 17,9 persen atau sekitar 89 kasus berasal dari transmisi lokal dan 80,1 persen atau 409 kasus sisanya berasal dari perjalanan luar negeri.

“Omicron ini kan terakhir 498 orang, yang dirawat di Wisma Atlet dan RSPI Soelianti Saroso ya,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Kasus Omicron pertama kali terdeteksi di Jakarta pada 16 Desember 2021 lalu. Kasus meningkat tajam dalam waktu kurang dari satu bulan.

Melihat angka kasus Omicron yang terus bertambah, Riza meminta masyarakat untuk menjaga mobilitas dan terus menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga meminta seluruh masyarakat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Semua pihak kita juga minta pihak swasta dan seluruh komponen masyarakat, elemen masyarakat dan seluruh warga bersama-sama kita melawan pandemi Covid-19 ini dengan cara mengikuti regulasi yang ada,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta hingga Rabu (12/1/2022) tercatat ada 2.752 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, jumlah tersebut bertambah 269 dari data sebelumnya yakni 2.483 kasus.

“Jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 269 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 2.752,” kata Dwi, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (12/1/2022).

Kasus aktif ialah orang yang sedang menjalani perawatan Covid-19 di rumah sakit, isolasi mandiri ataupun terpusat.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta berdasarkan hasil tes laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) hari ini bertambah 412 orang.

Sehingga kini tercatat ada 868.611 kasus, 248 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri.

Dari total kasus positif, sebanyak 852.269 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 98,1 persen.

Dan total 13.590 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4 persen,” ujarnya. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *