Kondisi DKI Sudah Gawat, Politisi PDIP Minta Gubernur Anies Baswedan Tarik ‘Rem Darurat’

oleh -80 views
Charles Honoris. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – DKI Jakarta kembali mencatat rekor penambahan kasus Covid-19 harian pada Sabtu (19/6/2021) kemarin, ditemukan 4.895 penambahan kasus positif harian, ini merupakan angka tertinggi kasus harian Covid-19 di Jakarta sejak pandemi Covid-19 dimulai pada Maret 2020.

Menyikapi lonjakan kasus Covid-19 yang kian parah tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Charles Honoris kepada wartawan di Jakarta, Minggu (20/6/2021) kemarin, meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke pemerintah pusat.

“Jika permohonan PSBB tak kunjung diajukan ke pemerintah pusat, maka saat ini adalah waktu yang tepat bagi Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menarik ‘rem darurat’,” katanya.

Sebab, menurut Charles, pembatasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro tidaklah cukup bagi DKI Jakarta, mengingat kondisi Jakarta yang sudah dalam kondisi gawat.

“Gubernur harus menerapkan PSBB total, sebagaimana yang pernah diterapkan di Ibu Kota pada 16 Maret 2020 dan 14 September 2020. Sebab, kondisi penularan Covid-19 di DKI hari ini lebih parah dari kondisi sebelum Gubernur menerapkan dua PSBB sebelumnya,” katanya seperti dilansir Senin (21/6/2021).

Politisi dari PDI Perjuangan ini pun mengatakan jika melihat kondisi tersebut, Jakarta bukan hanya sedang tidak baik-baik saja, tetapi sedang gawat darurat! Dalam kondisi DKI yang begitu mengerikan, langkah dengan memperketat penegakan aturan PPKM Mikro jelas tidaklah cukup.

“Sebab dalam hari berturut-turut, DKI mencetak rekor tertinggi angka kematian harian dan kasus harian sejak pandemi Covid-19 terjadi. Ditambah lagi, ketersediaan tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) faskes DKI yang sudah di atas 80%, jauh di atas standar WHO 60%. Bahkan, BOR RSDC Wisma Atlet sudah 90%, atau tertinggi selama faskes darurat itu berdiri. Ini membuat DKI menjadi provinsi dengan BOR faskes tertinggi secara nasional, atau dengan kata lain terancam kolaps,” tutur Charles. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *