PTM Terbatas di Kota Semarang, 7 Guru dan Siswa SD Tertular Covid-19

oleh -41 views
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta Prof. DR. dr. Rini Sekartini, SpA (K) mengatakan sejauh ini kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) untuk vaksinasi COVID-19 pada anak tidak banyak ditemukan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, vaksin COVID-19 aman untuk anak. (ist)

SEMARANG, JAWA TENGAH (JAKARTAPEDIA.id) – Dinas Kesehatan Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mencatat ada tujuh guru dan siswa positif tertular Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas.

“Temuan kasus tersebar di empat SD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, Rabu (22/9/2021).

Ia mengatakan, orang-orang yang melakukan kontak erat dengan guru dan siswa tersebut sudah dilacak dan diperiksa. Hasilnya, menurut Abdul, tidak ditemukan tambahan kasus positif Covid-19.

“Dari tiap sekolah hanya ada satu atau dua yang terkonfirmasi positif dan dari penelusuran kontak erat negatif semua,” katanya.

Seluruh tujuh guru dan siswa juga disebutkannya tidak mengalami gejala sakit. Dugaannya, mereka tertular dari luar lingkungan sekolah. Artinya, tidak ada cluster penularan Covid-19 di sekolah selama pelaksanaan PTM terbatas.

Abdul meminta para guru dan para siswa disiplin menjalankan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka.

Selain itu, ia melanjutkan, guru atau murid yang sedang kurang enak badan diminta tidak datang ke sekolah sampai kondisinya pulih.

“Kejujuran guru dan siswa ini penting untuk meminimalisasi terjadinya penularan,” katanya.

Terpisah, sebanyak 90 siswa di satu sekolah di Purbalingga, juga di Jawa Tengah, memberi hasil tes cepat antigen yang positif. Bupati daerah setempat langsung memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan PTM terbatas di seluruh sekolah di daerah itu. (ant/jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *