GMKI Cabang Tiakur Gelar Maper di Dusun Nyama

oleh -298 views

MALUKU BARAT DAYA, MALUKU (JAKARTAPEDIA.id) – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tiakur, menggelar Masa Perkenalan (MAPER) di Dusun Nyama, Desa Klis, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gereja Bethel Nyama, Sabtu (25/9/2021). Bertujuan untuk memperkenalkan GMKI kepada calon anggota baru.

Peserta yang mengikuti Maper ini berasal dari (PSDKU) Universitas Pattimura (Unpatti) MBD di Tiakur. Masa perkenalan (Maper) saat ini adalah semangat mahasiswa Kristen untuk bergabung menjadi anggota GMKI. Nampak dengan jumlah yang ikut Maper saat ini, sebanyak 99 orang yang mengikuti Masa Perkenalan (MAPER) GMKI Cabang Tiakur.

Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tiakur, Marthen Watrimny, dalam sambutannya, dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tuhan Sang Kepala Gerakan, Bapak Kades Klis, Bapak Kepala Dusun Nyama, Ketua Majelis Jemaat GPM Nyama dan juga seluruh jemaat Nyama yang sudah mendukung kegiatan Maper di Dusun Nyama.

Dengan adanya masa perkenalan (MAPER) untuk merekrut anggota baru GMKI Cabang Tiakur menjadi suatu keterpanggilan untuk menyampaikan Syalom Allah, misi kemanusiaan dan visi misi GMKI.

“Sehubungan dengan akan terlaksana NATAL NASIONAL pada Desember 2021 mendatang. GMKI Cabang Tiakur akan menjadi tuan rumah pada Natal Nasional yang diperkirakan akan terlakasana di Dusun Nyama,” ungkap Watrimny.

Pada kesempatan itu senior, Wiliyam Melianus Mausimkora, SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjadi pribadi yg beretika, bermoral, disiplin, beradab dan santun sudah terkikis oleh perkembangan teknologi yang saat ini sangat berkembang.

Pengikisan ini kemudian menimbulkan gesekan yang cukup luar biasa di tengah masyarakat, perguruan tingggi dan gereja sebagai medan gumul GMKI.

Menurut Mausimkora, Pendalaman Alkitab (PA), belajar dan berdoa sebagai aktifitas GMKI sangat penting tetapi tidak diberikan ruang yang baik.

Sehingga persoalan taktis pragmatis kadang menjadi sesuatu yang menggelitik.

Menurunnya keinginan ber-GMKI pasca Maper kadang putus di tengah jalan, sebab banyak yang terpilih, sedikit yang bekerja.

Tetapi ada juga kader yang militan. Mengabdikan dirinya dengan tulus dan benar untuk melayani, berbakti, mengabdi kepada Sang Kepala Gerakan.

“Dari konteks inilah ada satu hal bahwa, apa yang ditabur hari ini akan dipetik di hari esok. Semoga calon anggota Maper semua yang mengikuti kegiatan saat ini, minimal dapat menjawab tantangan internal,” ungkapnya.

Mausimkora berharap menjadi kader bukan soal kuantitas, tapi juga soal kualitas. Harus bisa menjadi pemimpin bagi diri sendiri.

Pesannya, belajarlah dengan sungguh-sungguh ingat jerih lelah orang tua di kampung halaman.

“Utamakan kuliah, jangan angkuh dan rendah hati kepada semua orang. Belajarlah bertahan meski keadaan tak memberikan harapan,” katanya.

“Belajarlah bersabar walau hati sangat ganas. Belajarlah tersenyum walaupun keadaan di sekitar tidak baik-baik saja. Sebab Tuhan tidak pernah janji lautan tenang dan jalan selalu rata, tapi dia berjanji akan selalu menyertai kini dan nanti,” ucapnya. (filep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *