Soal Warga Keluhkan Pelayanan UPT Puskesmas Serwaru, Sony Pilimau: KAPUS Tidak Sanggup Menjalankan Tugas

oleh -563 views
Pemuda asal Pulau Letti, Sony Pilimau. (foto: ari)

MALUKU BARAT DAYA, MALUKU (JAKARTAPEDIA.id) – Beberapa hari terakhir ini terdengar kabar buruk yang terjadi di Kecamatan Letti, Puskesmas Serwaru Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku, terkait dengan proses pelayanan kesehatan dan kebijakan kepala puskesmas yang tidak sesuai dengan mekanisme kerja yang telah ditetapkan.

Setelah dikonfirmasi JAKARTAPEDIA.id pada Senin (4/10/2021) melalaui via WhatsApp terkait kejadian tersebut sesuai keterangan yang disampaikan oleh pemuda asal Pulau Letti, Sony Pilimau menyatakan bahwa, terdapat banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait dengan ketidak puasan mereka terhadap pelayanan yg terjadi di tubuh Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Serwaru, yang mana begitu banyak fasilitas baik obat-obatan maupun fasilitas pendukung lainya yang sangat minim bahkan tidak lagi tersedia di puskesmas tersebut.

Lebih lanjut diungkapkan Mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Letti (GML) Periode 2019-2021 ini, masyarakat sangat membutuhkan pelayanan yang baik demi kesembuhan dan keberlangsungan hidup mereka apalagi obat-obatan sangatlah penting.

Pilimua mengganggap UPT Serwaru yang dipimpin oleh D. E. Loira, S. Km yang merupakan adik kandung dari Plt. Kadis Kesehatan MBD hanyalah sebuah hiasan yang dalam bentuk fisiknya saja, akan tetap tidak membawa manfaat kepada masyarakat yang ada di Pulau Letti.

“Permasalahan seperti ini perlu diperhatikan secara serius oleh Pemerintah Daerah sebab masyarakat Letti juga merupakan anak kandung dari pada Kabupaten yang bertajuk Kalwedo dibawah pimpinan Bupati (Benjamin T. Noach),” ujar Pilimau.

“Karena itu perlu adanya perhatian kusus terhadap persoalan yang sedang terjadi,” harapnya.

Tidak hanya itu, sambungnya, juga terkait dengan gaji pegawai daerah yang tidak jelas. “Hal ini sangat fatal sebab penggunaan angaran daerah untuk pembayaran gaji kontrak sudah jelas dan itu sudah disepakati lewat paripurna, oleh karena itu soal pembayaran gaji atau upah kerja mengalami ketidak jelasan,” kata Sony Pilimau lagi.

Sementara itu Kepala Puskesmas D. E. Loira S.Km menyatakan bahwa dirinya hanya sebatas menjalankan tugas. “Saya hanya menjalankan sesuai dengan intruksi Bupati Maluku Bara Daya (Benjamin Th Noach) yang telah meberikan istruksi terkait dengan penyaluran gaji para pegawai kontrak daerah.”

Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan penjelasan dari pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Maluku Barat Daya. “Apakah memang hal ini merupakan bentuk dari pada kebijakan yang diambil oleh Bupati MBD yang akrab disapa BTN selaku kepala daerah?”

“Ataukah hal ini hanyalah bagian dari kebijakan sepele yang dilakukan oleh kepala puskesmas yang merupakan adik daripada Plt kepala Dinas Kesehatan MBD?” tandas Pilimau.

Melihat persoalan di atas maka perlu untuk disikapi secara serius. Oleh karena itu perlu untuk ditindak lanjuti dan status KAPUS (Kepala Puskesmas Serwaru) harus dipertanyakan. “Jika diambil kesimpulan beliau tidak sanggup dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Puskesmas Serwaru Kecamatan Letti, Kabupaten MBD,” tutup Pilimau (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *