Buka Gerai JP, Pasar Jaya Konsisten Jaga Ketahanan Pangan

oleh -103 views

JAKARTAPEDIA.id-Perumda Pasar Jaya membuka gerai Jakmart Jakarta Pusat (Gerai JP) untuk menjaga ketahanan di Jakarta. Gerai di kantor walikota ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya dibuka di kantor Walikota Jakarta Selatan.

“Kaitan dengan pembukaan gerai ini bagaimana fungsi distribusi pangan bisa stabil. Karena, 98 persen produk pangan kita berasal dari luar. Sementara, DKI Jakarta memegang 27 persen untuk inflasi nasional,” ujar Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Pemprov DKI Jakarta, Sri Haryati, di Jakarta, Senin (5/8).

Menurutnya, Jakarta telah dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah dengan pengendalian inflasi terbaik. Hal itu disebabkan karena Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan, baik Perumda Pasar Jaya, PT Tjipinang Food Station, dan PD Dharma Jaya langsung turun ke pasar.

“Tapi kita harus hitung. Kayak beras, sekarang deflasi. Posisi marketshare Pasar Jaya 15 persen. Tapi produk daging masih punya PR, marketshare Dharma Jaya masih posisi 5 persen. Kaitan dengan gerai ini, sistem ketahanan pangan, yaitu menjaga stok, produksi, konsumsi dan keamanan pangan harus bisa dikendalikan,” katanya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, gerai JP dibuka dengan konsep Jakmart. Gerai ini dibangun dengan luas 30 meter persegi, tepat di salah satu ruangan gedung blok C, Kantor Walikota Jakarta Pusat dan menyediakan 600 item produk pangan.

“Hari ini gerai kedua di walikota, setelah kemarin selatan. Minggu depan di timur, lalu kepulauan seribu. Ini terus kami laporkan, kalau walikota sudah dibuka, kecamatan langsung ikut. Kemarin sudah ada 30 gerai distribution channel yang kami buka,” kata Arief.

Menurutnya, gerai tersebut bisa dimanfaatkan oleh pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), PJLP, hingga masyarakat umum. Namun, katanya, gerai yang dibuka di kantor kelurahan dan kecamatan berbentuk Mini DC (Distribution Channel) yang hanya diperuntukkan bagi pemegang KJP, PJLP dan pedagang.

“Memang di Kecamatan kami tidak buka gerai untuk melayani konsumen langsung, khusus untuk pemegang KJP dan pedagang sekitar.  Untuk walikota bisa langsung ke konsumen, karena jauh dari pasar. Kalau kecamtaan, kita pastikan gerai mini distribuaion untuk pemegang KJP dan pedagang. Agar kami tidak mengganggu ekosistem di sana,” jelasnya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *