Cegah Demensia, Sejak Dini Saraf Otak Penting Diperiksa

oleh -1.062 views
Untuk memastikan kondisi kesehatan otak perlu dilakukan pemeriksaan, terutama untuk individu yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. (ist)

JAKARTAPEDIA.id – Otak memegang fungsi sentral untuk daya kontrol seluruh tubuh. Saraf otak adalah susunan paling penting yang menjadi fungsi kognitif.

Kemampuan ini akan menurun seiring bertambahnya usia. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunggu menjadi lansia atau tua untuk menjaga kesehatan otak. Melainkan menginvestasikan otak secara dini.

RS Atma Jaya menyediakan layanan pemeriksaan salah satunya dilakukan dengan menggunakan aroma. Apabila orang tersebut tidak dapat mengidentifikasi aroma-aroma yang diujicobakan, maka diduga telah terjadi gejala awal kerusakan otak dan pasien harus diperiksa lebih lanjut.

Atma Jaya Neuroscience and Cognitive Center (ANCC), bertujuan sebagai deteksi awal kelainan kognitif pada berbagai tingkatan usia yang juga dikembangkan oleh dokter ahli saraf RS Atma Jaya berdasarkan clinical research sebagai basis ilmiah dan dilengkapi dengan pemeriksaan kognitif berbasis komputer.

Dekan Fakultas Kedokteran dan kesehatan UNIKA Atma Jaya, Dr. dr. Yuda Turana, SpS, mengatakan, pola hidup sehat sejak masa muda, menentukan kesehatan otak di masa tua. Tanpa sadar semua investasi yang sudah mulai Anda lakukan sekarang sangat bergantung pada satu hal yang utama yaitu ketangkasan intelektual.

“Investasi otak adalah bagaimana tetap menjaga otak Anda tetap sehat dan produktif,” katanya dalam keterangan tertulis, yang dilansir Kamis (11/7/2019).

Untuk memastikan kondisi kesehatan otak perlu dilakukan pemeriksaan, terutama untuk individu yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan kerusakan otak pada saat lansia.

“Dalam konteks proses penuaan di otak, setiap orang saat usia 40 tahun, sebaiknya sudah pernah melakukan medical check up atau yang umur lebih muda namun dengan faktor risiko, misalnya obesitas, adanya DM dan lain-lain. Pemeriksaan medical check up, harus komprehensif, termasuk deteksi dini kerusakan otak”, kata dr. Yuda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *