Era Digital Memberangus Sejumlah Toko Musik di Jakarta

oleh -525 views
Suasana toko musik Duta Suara yang berada di Jalan Sabang, Jakarta. (ant/ist)

JAKARTAPEDIA.id – Penikmat musik, khususnya para pehobi album fisik, terperanjat saat mendengar kabar toko musik Aquarius Mahakam yang berlokasi di Blok M, Jakarta Selatan, tutup selamanya pada 2013. Padahal toko musik ini pada zamannya sangat ngetop.

Berselang dua tahun, giliran toko musik Duta Suara ikut serta menutup satu per satu cabangnya. Kini, hanya satu toko di bilangan Sabang, Jakarta Pusat, saja yang masih mengusung nama Duta Suara.

Nasib lebih tragis dialami Disc Tarra menyusul penutupan 40 gerai di seluruh Indonesia. Alasannya, penjualan album fisik musik terus menurun dari tahun ke tahun.

Terompet sangkakala seakan mengalun lebih cepat bagi toko-toko musik yang pernah menjadi saksi kejayaan musikus era 80-90-an di Tanah Air. Sebutlah, Slank, Iwan Fals, Chrisye, Nike Ardila, Rhoma Irama, Gobless, dan sederet nama-nama legenda pemusik Indonesia yang moncer berkat toko-toko musik di berbagai kota.

Adalah layanan musik digital seperti Spotify, SoundCloud, YouTube, Apple Music, Joox, dan teman-teman mereka menjadi penyebab minat pasar yang terus anjlok untuk mengoleksi lagu-lagu dalam berbalut kemasan fisik.

Nilai praktis, cepat, dan tidak membutuhkan ruang yang ditawarkan layanan-layanan itu terus menggerogoti laba bahkan pendapatan toko-toko musik album fisik secara global. Meskipun di sisi lain, layanan secara daring (online) menyimpan kekurangan seperti adanya akses Internet cepat dan aman tanpa serangan siber.

Perusahaan riset media sosial asal Kanada dan Inggris, Hootsuite dan We Are Social, pada awal Januari 2019, melaporkan data statistik tentang durasi akses Internet orang Indonesia yang rata-rata mencapai delapan jam 36 menit.

Secara acak, mereka menghabiskan tiga jam dengan mengakses media sosial, dua jam melihat video, dan satu jam setengah untuk streaming musik.

Toko-toko musik album fisik juga berguguran di Amerika Serikat. Ambil contoh jaringan toko musik terbesar di Negeri Paman Sam, RadioShack. Perusahaan yang didirikan Milton Deutschmann dan Theodore Detuschmann pada 1921 itu terpaksa menutup 1.100 cabang pada 2014.

Memang, segelintir toko musik seperti Musik Plus dan Harika Music masih membuka gerai mereka di pusat-pusat perbelanjaan. Hanya saja, jumlah mereka dapat terhitung dengan jari kedua tangan.

Sepi Pengunjung

Bertahan degan hanya satu toko musik fisik, Duta Suara masih setia membuka pintu toko mereka setidaknya para kolektor album fisik nusantara serta mancanegara.

Gerai satu-satunya di Jalan Agus Salim, atau akrab dikenal jalan Sabang, Jakarta Pusat itu telah menjual album fisik selama lebih dari 40 tahun. (*/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *