Hadapi Kemarau, PAM Jaya Pastikan Pasokan Air Bersih Aman

oleh -277 views

JAKARTAPEDIA.id-Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi musim kemarau. Dia memastikan pasokan air bersih untuk warga Jakarta aman.

“PAM JAYA secara intens melakukan koordinasi dengan pihak PJT II sebagai pengelola air baku Jakarta di Waduk Djuanda. Berdasarkan hasil koordinasi bahwa level ketinggian muka air di waduk Djuanda Jatiluhur masih pada level aman untuk menyuplai air baku ke Jakarta, dan diperkirakan akan tetap aman sampai musim kemarau saat ini usai,” ujar Hernowo, di Jakarta, Jum’at (23/8/2019).

Selain itu, lanjut Hernowo, pasokan air curah dari Tangerang untuk wilayah Barat Jakarta juga masih normal. Hingga saat ini, dia memastikan distribusi air melalui perpipaan di wilayah DKI Jakarta masih dalam kendisi normal secara keseluruhan.

“PAM JAYA masih terus berupaya untuk menambah cakupan layanan khususnya didaerah-daerah yang belum terjangkau air perpipaan (Jakarta Utara dan Barat),” katanya.

Bahkan, ucap Hernowo, tahun ini PAM Jaya sedang membangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Hutan Kota dengan kapasitas produksi 500 liter per sekon (lps) yang akan mengaliri 4 kelurahan yaitu Kamal Muara, Kamal, Tegal Alur dan Pegadungan. SPAM Hutan Kota ini diperkirakan akan menambah sekitar 30.000 pelanggan baru.

“Terhadap wilayah yang masih belum mendapatkan akses air perpipaan (diluar wilayah yang akan dilayani oleh SPAM Hutan Kota), kami menyiapkan solusi jangka pendek dan sementara berupa pembangunan kios air di beberapa titik di Jakarta,” jelasnya.

Tahun ini, pihaknya akan membangun 25 kios air. Salah satu wilayah yang akan dibangun kios air yaitu daerah Semanan, Kalideres. Sedangkan untuk kondisi emergensi, PAM JAYA bersama Palyja dan Aetra juga menyiapkan mobil tangki.

“Total mobil tangki sebanyak 26 mobil tangki.¬† Terdiri dari 5 tangki milik PAM Jaya, 6 tangki dari Aetra dan 15 tangki dari Palyja,” ucapnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi klas II Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis pada Selasa (20/8/2019). Dari keterangannya, seluruh zona musim di Banten dan DKI Jakarta telah memasuki musim kemarau dan diperlukan kewaspadaan dari masyarakat terkait ancaman bencana kekeringan.

Data menunjukkan, sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari. Prakiraan peluang curah hujan pada dasarian III Agustus dan dasarian I September 2019 menunjukkan beberapa daerah akan mengalami curah hujan yang sangat rendah dengan peluang lebih dari 90 persen. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *