Inilah Inovasi Unggulan Litbang Kemenperin

oleh -177 views

JAKARTAPEDIA.id-Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian menggelar litbang unggulan untuk memotivasi inovasi institusinya. Hal ini disiapkan dalam menghadapi era Revolusi Industri Keempat.

Menurut Global Competitiveness Index tahun 2018 yang dirilis oleh World Economic Forum, Indonesia berada pada posisi ke 45 dari 140 negara.  Salah satu komponen yang diteliti dalam index tersebut adalah kapabilitas inovasi, dimana Indonesia mendapatkan skor 37 dan bertengger di posisi 68.

“Untuk meningkatkan motivasi berinovasi bagi institusi litbang, BPPI telah melakukan kegiatan Litbang Unggulan dengan tujuan mendapatkan hasil litbang terbaik yang memiliki  kontribusi dalam menjawab permasalahan industri, meningkatan nilai tambah bagi komoditi domestik, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, di Jakarta, Rabu (7/8).

Tahun ini, katanya,  terpilih 6 (enam) hasil litbang terbaik yang sesuai dengan tujuan tersebut, yaitu; Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Medan dengan judul “Rekayasa dan Rancang Bangun Heavy Duty Coupling Produk Industri Kecil Menengah untuk Pabrik Kelapa Sawit”.

Inovasi itu dibuat untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menekan nilai import pada komponen mesin yang digunakan oleh PKS di Indonesia. Saat ini, industri kelapa sawit nasional masih mengandalkan produk impor dalam pengadaan beberapa komponen alat prosesnya, salah satunya yaitu Heavy Duty Coupling.

Lalu, Balai Besar Kerajinan dan Batik dengan mendapatkan 2 hasil litbang terbaik, yaitu “Perancangan Aplikasi Pembeda Produk Batik dan Tiruan Batik menggunakan Tensor Flow, Batik Analyzer”. Sebuah aplikasi yang mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI), berupa machine learning dimana sistem dapat dilatih untuk membedakan produk batik dan produk tiruan batik.

Judul lainnya “Limbah Kulit Buah Kakao Untuk Pewarna Batik“, limbah kulit buah kakao yang selama ini belum banyak dimanfaatkan dapat menjadi produk yang lebih bernilai untuk keperluan bahan pewarna alami batik.

Balai Besar Kimia Kemasan dengan judul “Antioksidan dan Wound Healing dari Ekstraksi Spirulina sp sebagai Bahan Sediaan Kosmetik”, Berdasarkan analisa dari percobaan ekstaksi yang dilakukan, menunjukkan antioksidan tersebut berpotensi digunakan sebagai bahan untuk mempercepat penyembuhan luka (wound healing) dengan meningkatkan pertumbuhan sel sehingga regenerasi sel pada kulit yang mengalami kerusakan akan tumbuh lebih cepat.

Balai Besar Pulp dan Kertas dengan judul “Furfural dari Proses Pembuatan Pulp”, cairan prehydrolized liquor (PHL) yang dihasilkan pada di industri dissolving pulp masih banyak mengandung hemiselulosa dan belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini memanfaatkan cairan PHL untuk mendapatkan furfural yang dapat menjadi bahan baku industri farmasi yang selama ini hanya didapatkan dari impor.

Balai Besar Tekstil dengan judul “Xanthan Gum dari Xanthomonas Campestris Sebagai Pengental Untuk Aplikasi Proses Pencapan Tekstil”, Selama ini pengental yang umum digunakan pada proses pencapan tekstil adalah sodium alginate. Bahan tersebut digantikan dengan Xanthan Gum dengan media ampas tahu yang memiliki hasil kualitas printing warna yang lebih baik.

“Melalui penghargaan ini, diharapkan dapat memotivasi para inventor lain untuk terus berkarya dan menumbuhkan semangat nasionalisme,” ucap Ngakan. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *