Pantai Sila, Surga Tersembunyi di Perbatasan Timor Leste

oleh -290 views

MALUKU BARAT DAYA, MALUKU, (JAKARTAPEDIA.id) – Berbicara soal Maluku seakan tak lengkap jika tidak membahas mengenai keindahan pantai yang dimilikinya.

Hal itu tak lepas dari kondisi geografis Maluku yang berupa gugusan kepulauan, dan bahkan data dari pemerintah Maluku menyebutkan apabila provinsi yang satu ini memiliki wilayah laut yang lebih luas dibanding dengan daratannya.

Dari sekian banyak pulau yang dimiliki oleh Maluku, salah satunya adalah Pulau Lakor, salah satu dari 92 pulau terluar di Indonesia.

Pulau Lakor yang berada di ujung selatan Indonesia itu berbatasan langsung dengan Australia dan juga Republik Demokratik Timor Leste. Dengan lokasinya yang dikelilingi oleh lautan luas, Pulau Lakor pun memiliki banyak pantai yang indah, salah satunya adalah Pantai Sila.

Secara administratif, Pantai Sila berada di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Lokasinya yang cukup terpencil membuat Pantai Sila belum banyak dikenal di kalangan wisatawan, baik itu lokal atau pun mancanegara.

Belum lagi akses yang kurang memadai menuju ke lokasi pantai juga menjadi alasan lain dibalik minimnya kunjungan ke Pantai Sila.

Padahal, pantai yang satu ini memiliki keindahan yang begitu mempesona. Pasir putih yang lembut berpadu dengan birunya air laut yang jernih akan membuat mata siapa saja akan terpana melihatnya.

Suara deburan ombak yang saling beriringan, ditambah dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi juga akan menjadi teman setia bagi para pengunjung di Pantai Sila.

Belum lagi soal keindahan taman bawah lautnya, yang membuat laut di sekitar Pantai Sila sering dijadikan sebagai lokasi snorkeling atau pun diving.

Dari tepian Pantai Sila, para pengunjung juga bisa melihat dengan jelas Pulau Moa yang ada di seberangnya. Terlihat indah dan begitu mengagumkan.

Di bagian ujung utara dari Pantai Sila terdapat sebuah tanjung yang bernama Tutueni, yang berdasarkan bahasa daerah setempat tutu berarti tanjung dan eni yang berarti pasir.

Di sekitar Tutueni juga terdapat tangga tujuh tingkat yang menuju ke dasar laut.

Dari pembahasan sebelumnya, mungkin ada yang bertanya-tanya mengenai fungsi dari tangga tujuh tingkat yang menuju ke dasar laut.

Nah, hal itu dikarenakan masyarakat di Pulau Lakor hingga saat ini masih mempercayai legenda yang di mana setiap orang meninggal di Pulau Lakor, arwah orang tersebut akan turun melewati tangga di Tutueni menuju ke alam baka, yang diibaratkan sebagai dasar laut.

Biasanya, ketika ada orang yang meninggal akan terdengar bunyi seperti arak-arakan orang melewati Pantai Sila menuju tangga itu.

Banyak kesaksian dari orang yang kebetulan tidur di sekitar Pantai Sila, ketika mereka menangkap ikan atau ketika mereka membuat kopra, sering kali terdengar suara arak-arakan melewati daerah itu, dan saat mereka pulang ke rumah ternyata memang ada orang yang meninggal di kampung sekitar. Entah benar atau tidak, tapi kenyataannya cerita itu telah beredar secara turun temurun.

Di balik keindahan dan keeksotisannya, hal yang sangat disayangkan di Pantai Sila adalah masih minimnya fasilitas bagi para pengunjung, seperti mushalla, warung penjual makanan dan minuman, hingga toilet.

Namun, jika sedang beruntung, para traveler bisa menyewa perahu dari nelayan setempat untuk dipakai berkeliling di sekitar pantai. Soal harga bisa dinegosiasikan secara langsung dengan pemilik perahu.

Di sana juga terdapat dermaga yang menjorok ke laut, dan sering dijadikan sebagai tempat muda mudi untuk menghabiskan waktu di kala sore hari, menikmati keindahan matahari tenggelam yang meninggalkan rona kemerahan di langit biru. Cukup romantis dan manis!

Meskipun fasilitasnya masih minim, namun tak ada salahnya jika kamu menjadikan Pantai Sila sebagai destinasi wisata di akhir pekan atau hari libur.

Karakter ombak di Pantai Sila yang cukup tenang juga sangat memungkinkan para traveler untuk berwisata bersama keluarga atau bahkan bersama buah hati tercinta.

Tapi ingat, jaga selalu kelestarian alam Indonesia. Jangan meninggalkan apa pun di tempat wisata alam kecuali jejak, jangan mengambil apa pun kecuali foto, dan jangan membunuh apa pun kecuali waktu.

Selamat berlibur!!!

(jerry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *