Jasa Marga: Masih Ada 300 Ribu Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta

oleh -213 views
Ilustrasi Arus Balik Mudik 2019. (ist)

BEKASI, JAKARTAPEDIA.id – Tercatat diperkirakan masih ada 300 ribu unit lebih kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta, “Yang sudah kembali tercatat 916.305 unit kendaraan,” ujar Irra Susiyanti, Kepala Humas PT Jasa Marga (Persero) Tbk, seperti dilansir Rabu (12/6/2019) dari poskotanews.com.

Angka itu hasil pendataan kendaraan kembali ke Jakarta dari arah Timur, Barat, dan Selatan selama H+1 s.d H+4 Lebaran 2019 atau pada hari Jumat-Senin (7-10 Juni 2019), “Angka ini naik sebesar 62,16% dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal sebesar 565.074 kendaraan,” jelas Irra.

Dengan jumlah lalu lintas selama empat hari arus balik ini, telah memenuhi 75% dari total lalu lintas mudik sebesar 1,21 juta kendaraan yang melintas pada H-1 s.d. H-7 arus balik Lebaran 2019, sehingga terdapat sisa 25% atau sebanyak 300 ribu kendaraan yang masih belum melakukan perjalanan dari Jakarta.

Sementara itu, untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 61% dari arah Timur, 23% dari arah Barat dan 16% dari arah Selatan, dengan rincian sebagai berikut:

Arah Timur

Lalin mudik dari arah Timur merupakan kontribusi lalin arus balik di dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama untuk pemudik dari arah Jalan Tol Cikopo-Palimanan dan GT Kalihurip Utama untuk pemudik dari arah Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi dengan rincian distribusi lalin sebagai berikut:

– GT Cikampek Utama, dengan jumlah 350.362 kendaraan, naik sebesar 227,99% dari LHR normal 106.820 kendaraan

– GT Kalihurip Utama, dengan jumlah 206.523 kendaraan, naik sebesar 41,87% dari LHR normal 145.575 kendaraan

Maka dari itu, total lalu lintas arus balik dari arah Timur adalah sebanyak 556.885 kendaraan, naik sebesar 120,64% dari LHR normal 252.395 kendaraan. Jumlah ini telah memenuhi realisasi 81% dari jumlah total kendaraan mudik yang menuju arah Timur sebesar 691.569 kendaraan selama periode H-7 s.d H-1 arus mudik Lebaran 2019, sehingga terdapat sekitar 134.684 kendaraan yang masih belum melakukan perjalanan pulang dari arah Timur.

Arah Barat

Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang menuju Jakarta dari arah Barat via GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang pada periode yang sama adalah sebesar 212.147 kendaraan. Jumlah ini baru memenuhi realisasi 69% dari jumlah total kendaraan mudik yang menuju arah Barat sebesar 308.311 kendaraan selama periode H-7 s.d H-1 arus balik Lebaran 2019.

Arah Selatan

Sementara itu, jumlah kendaraan yang menuju Jakarta dari arah Selatan/Lokal via GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi pada periode yang sama adalah sebesar 147.273 kendaraan. Jumlah ini baru memenuhi realisasi 68% dari jumlah total kendaraan mudik yang menuju arah Selatan sebesar 216.979 kendaraan selama periode H-7 s.d H-1 arus balik Lebaran 2019.

Angkutan Barang

Sementara itu Direktu Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) , mengimbau mobil barang tidak melintas dahulu di jalan Tol Semarang-Cikampek, “Karena saya lihat masih banyak jumlah pemudik yang belum kembali ke Jakarta, maka Pemerintah mengimbau bagi mobil barang untuk tidak melintasi ruas jalan tol mulai dari Semarang hingga Jakarta sampai 12 Juni mendatang atau diperpanjang 2 hari dari sebelumnya 10 Juni,” jelas Dirjen Hubdat Budi Setiyadi.

Dirjen Budi juga menegaskan bahwa perpanjangan 2 hari hingga 12 Juni ini sifatnya adalah imbauan. Adapun ruas jalan tol yang dikenakan pembatasan operasional mobil barang yaitu hanya pada ruas Jakarta-Cikampek-Palimanan-Kanci-Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang.

Sebelumnya Kemenhub mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019 pada 16 Mei yang lalu.

Dalam PM 37/2019 ini sebelumnya tertulis pembatasan operasional mobil barang berlaku di beberapa ruas jalan tol dan ruas jalan nasional untuk arus balik pada tanggal 8-10 Juni.

Sama seperti yang tertuang dalam PM 37/2019, dalam imbauan yang berlaku hingga 12 Juni mendatang ini mobil barang yang dikenakan pembatasan operasional adalah mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan; dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan.

“Pembatasan operasional dikecualikan bagi mobil barang pengangkut sepeda motor dalam rangka mudik dan balik gratis angkutan lebaran, pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta barang-barang pokok seperti beras, tepung terigu, dan sebagainya,” kata Dirjen Budi.

Dalam surat edaran yang ditujukan kepada APTRINDO, ORGANDA, dan ALFI ini meminta tiap asosiasi untuk menyampaikan kepada seluruh operator logistik dan truk bahwa jalan tol Trans Jawa, Ruas Semarang sampai dengan Jakarta karena akan diprioritaskan untuk kendaraan pribadi.

“Dengan demikian mobil barang logistik sumbu 3 ke atas dari mulai tanggal 11 Juni 2019 pukul 00.00 sampai dengan tanggal 12 Juni 2019 pukul 24.00 diharapkan menggunakan jalan arteri (non tol) yaitu melalui Jalur Pantura Semarang – Cirebon – Indramayu – Karawang – Bekasi,” jelas Dirjen Budi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *