Kadis Perhubungan DKI Jakarta: Kita Perlu Kajian Komprehensif

oleh -49 views
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo. (foto: tama)

JAKARTAPEDIA.id – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk kembali menerapkan perluasan wilayah ganjil-genap yang pernah dilaksanakan saat perhelatan Asian Games. BPTJ menilai, perluasan ganjil-genap saat perhelatan olahraga terakbar di benua Asia itu, berimbas pada penurunan kemacetan di Jakarta hingga 17 persen.

JAKARTAPEDIA.id berkesempatan mewawancarai Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, di Jakarta, kemarin. Berikut petikannya:

BPTJ usul perluasan ganjil genap seperti saat Asian Games diterapkan lagi, tanggapan Anda?

Jadi, untuk usulan BPTJ sudah terima surat, akan lakukan koordinasi. Tentu mereka sudah lakukan evaluasi. Evaluasi yang sudah dilakukan akan kita coba pelajari dari sisi kami Pemprov. Dalam pengambilan keputusan, itu banyak aspek harus di nilai. Jadi kita akan lakukan dari kajian BPTJ, akan lakukan kajian kembali secara komperhensif, apakah itu aspek ekonomi, sosial dan lainnya. Itu harus masuk kedalam kajian menyeluruh.

Sudah ada hasil kajiannya seperti apa?

Itu belum terima lampiran, baru surat. Lampiran kajian belum disampaikan, itu kami sedang mintakan, nanti kita pelajari apakah komperhensif seperti yang dimaksud tadi.

Menurut Anda sendiri, apa perlu ganjil genap diperluas?

Kebutuhan. Asian Games kemarin kan ganjil genap dilakukan dalam jangka pendek, bukan jangka panjang. Nah ini akan kita lakukan kajian, kalau surat BPTJ akan jangka panjang, kalau jangka panjang kami harus lakukan kajian komperhensi untuk kajian jangka panjang. Harus komperhensif, bahkan sampai analisa benefit cost analisis kan. itu harus dilakukan.

Bukannya ada evaluasi terjadi penurunan kemacetan saat penerapan ganjil genap waktu Asian Games?

Itu penilaian indikator trafik. Begitu akan menerapkan kebijakan jangka panjang yang harus dilihat bukan hanya aspek trafik tapi kajian bagaimana aspek ekonomi, pertumbuhan, sosial seperti apa, bagaimana pengaruh terhhadap daily aktifiti terhadap masyarakat. Ini dinilai keseluruhan.

Berarti BPTJ belum mengkaji secara komprehensif?

Itu yang saya maksud, dari kajian BPTJ, saya belum dapat kajiannya, sedang koordinasi dapatkan dan akan bahas bersama. Karena untuk jangka panjang harus dilakukan kajian komprehensif, hingga didapatkan alternatif solusi yang win-win solution.

Jadi penurunan kemacetan saat Asian Games kemarin belum bisa dijadikan acuan?

Nanti lihat hasil evaluasinya. Setelah pelajari semuanya, langkah selanjutnya sesuai amanah pak Gubernur, kita harus lakukan akselerasi sesuai dengan janji beliau yang sudah dituangkan dalam RPJMD yang merupakan amanah rakyat bisa diwujudkan. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *