Kemenhub Imbau Pemudik Tak Gunakan Sepeda Motor Saat Lebaran

oleh -239 views
Mudik naik sepeda motor. (ist)

JAKARTA, JAKARTAPEDIA.id – Memasuki hari pertama di bulan suci Ramadan 1440 H, Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Cris Kuntadi, mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dengan menggunakan sepeda motor. Menurutnya, Masyarakat bisa memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan oleh Kemenhub.

“Saya mengingatkan bahwa kendaraan roda dua bukan merupakan kendaraan yang berkeselamatan apalagi dipakai untuk jarak jauh,” ujar Cris, dalam keterangan resminya yang diterima wartawan, Rabu (8/5/2019).

Dia juga mengingatkan kepada para petugas dan masyarakat yang akan mudik Lebaran, agar mengutamakan seluruh aspek keselamatan dan mempersiapkan kendaraan dari sekarang.

“Saya menghimbau bagi petugas, serta masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi untuk mengutamakan seluruh aspek keselamatan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Ia menjelaskan terdapat tiga hal utama yang krusial ketika menghadapi masa angkutan lebaran. “Pada masa angkutan lebaran yang paling krusial adalah faktor keselamatan karena (pada masa itu) banyak terjadi kecelakaan. Kecelakaan bisa terjadi karena prasarananya, sarananya maupun manusianya,” kata Cris.

Menurutnya, apabila terdapat kendala pada unsur prasarana maka petugas Kemenhub, Dishub, serta pihak Kepolisian di lapangan harus memiliki koordinasi yang kuat untuk meminimalisir kecelakaan.

“Jika kita petakan dari prasarananya, ada beberapa titik yang masih dipandang kurang tinggi tingkat keselamatan jalan, misalnya di flyover kretek yang cukup curam, salah satu solusinya dengan disiapkan personil yang menjaga daerah itu supaya kendaraan-kendaraan yang sekiranya tidak layak menggunakan jalur itu harus disterilisasi,” jelas Cris.

“Contoh lain juga seperti tanjakan emen yang sekarang berubah nama menjadi tanjakan aman, dan juga daerah rawan kecelakaan lain yang sekiranya perlu diantisipasi,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *