Lulung: Zainuddin CS Tidak Boleh Gunakan Atribut Bamus Betawi

oleh -246 views

JAKARTAPEDIA.id-Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Abraham Lunggana (Lulung) menegaskan, pihaknya tetap berupaya untuk mengajak organisasi masyarakat (ormas) Betawi di bawah koordinator Zainuddin (Haji Oding) CS untuk tetap guyub. Rencananya, Zainuddin CS akan segera melantik pengurus Bamus Betawi tandingan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

“Saya mengajak Abang dan Mpok untuk mengingatkan kembali mereka agar dapat menumbuhkan, membangun komunikasi, menjalankan silaturahmi untuk tetap guyub,” ujar Lulung saat pengarahan ormas pendukung Bamus Betawi, di Jakarta, Kamis (22/8).

Menyikapi rencana adanya pelantikan Bamus Betawi kubu Zainuddin CS, Lulung melarang penggunaan atribut Bamus Betawi apapun. Menurutnya, negara telah mengeluarkan keputusan melalui Menteri Hukum dan HAM yang melegalkan Bamus Betawi di bawah kepemimpinannya.

“Kalau mereka berkukuh keras, yang pertama mereka tidak boleh menggunakan nama perkumpulan Bamus Betawi. Karena Pemerintah sudah mengeluarkan keputusan kepada Bamus Betawi hasil mubes tanggal 1-2 September 2018 dengan Ketua Majelis Adat Babe Nuri Thaher dan Ketua Umum Bamus Betawi Haji Lulung. Ini tertuang di lembar surat keputusan negara,” katanya.

Diakuinya, Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta Bamus Betawi tetap guyub bahkan sudah menjalin kemitraan yang baik dengannya. Namun, Lulung mengaku merasa dirugikan dengan adanya klaim Bamus Betawi oleh Zainuddin CS.

“Kedua tidak boleh menggunakan atribut, baik lambang, bendera, kop surat atau stempel. Karena sejak 1-2 September 2018, pimpinan sidang mubes telah memutuskan mendemisionerkan pengurus lama, saudara Haji Zainuddin dan kawan-kawan. Dan menyerahkan segalanya kepada pimpinan sidang,” tegasnya.

Jika Zainuddin CS masih bersikukuh menggunakan atribut Bamus Betawi, pihaknya tak segan-segan akan melakukan upaya penegakan hukum. Meski demikian, Lulung mengaku akan tetap mengajak Zainuddin CS untuk tetap bersatu.

“Kalau mereka masih menggunakan atribut itu dan tetap melakukan acara pelantikan dengan atas nama Bamus Betawi, dengan sangat menyesal kami pengurus yang sudah mendapatkan surat keputusan yang sah dari negara akan melakukan upaya penegakan hukum,” tandasnya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *