Mantan Pegawai Kementrian Perhubungan Syafrin Liputo Dilantik Menjadi Kadishub DKI Jakarta

oleh -61 views
Syafrin Liputo, mantan pegawai Kementrian Perhubungan resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan hari ini Senin (8/7/2019). (foto: dra)

JAKARTAPEDIA.id – Syafrin Liputo, mantan pegawai Kementrian Perhubungan resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan hari ini Senin (8/7/2019).

“Ini tentu saya sudah melalui proses seleksi. DKI, membuka ruang secara nasional untuk masuk. Saya mendaftar, dan alhamdulliah bisa diberi amanah oleh Pak Gubernur (Anies),” kata Syafrin saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/7/2019).

Syafrin, sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub DKI Jakarta hingga tahun 2016 silam.

Setelah itu, ia diminta untuk bergabung dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai Kepala Subdirektorat Pengawas Lalu Lintas Angkutan BPTJ.

Di tahun 2017, Syafrin resmi memiliki jabatan di Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan sebagai Kasubdit Angkutan Orang.

“Tahun 2017 saya gabung ke Dirgen Perhubungan Darat, nah kemarin Januari saya pindah ke Balai Pengelola Transportasi Darat Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan baru tanggal 26 kemarin, saya pindah ke Balai Pengelola Transportasi Sarat Provinsi Bali dan NTB, alhamdulillah, hari ini dipercaya oleh Pak Gubernur untuk mengemban amanah sebagai kadishub,” kata dia.

Syafrin menuturkan bahwa dirinya akan mempelajari secara detail apa yang tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Penengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta terkait apasaja yang menjadi program selama beberapa tahun ke depan.

Termaksud dengan sistem transportasi terintegrasi yang selama ini digadang-gadang oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai solusi kemacetan.

“Nah dalam RPJMD ini yang harus bisa kita realisasikan, karena itu menjadi amanah rakyat. Tentu seperti tadi ada MRT lanjutan fase dua, kemudian integrasi. Integrasi itu hanya menjadi salah satu faktor penunjang, yang utama sebenarnya itu ada dua, yaitu pertama bagaimana kita membangun konektivitas, dan menyiapkan aksesibilitas,” imbuhya. (jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *