Pemprov DKI Jakarta Relokasi Pencari Suaka

oleh -363 views
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memindahkan para pencari suaka asal Sudan, Afganistan dan Somalia ke Kalideres, Jakarta Barat. Hal ini dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) dan International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) serta pihak lainnya. (foto: tama)

JAKARTAPEDIA.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memindahkan para pencari suaka asal Sudan, Afganistan dan Somalia ke Kalideres, Jakarta Barat. Hal ini dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) dan International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) serta pihak lainnya.

“Mereka kita pindahkan ke lapangan Eks Kodim di Kalideres. Ada lahan aset kita di sana. Kita akan tempatkan tenda-tenda untuk mereka,” ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah saat memimpin relokasi para pencari suaka itu, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, lapangan eks Kodim ini berdekatan dengan Rumah Detensi Imigrasi Kalideres yang selama ini menjadi tempat penampungan para pencari suaka. Selain tenda, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menyediakan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Setelah ditinjau langsung oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, pengungsi di depan Menara Ravindo itu semakin banyak. Alasannya, mereka menuntut UNHCR untuk segera mencarikan negara pemberi suaka. Di sisi lain, tempat penampungan pengungsi di Kalideres pun sudah kekurangan suplai bantuan makanan.

Sedikitnya, ada tujuh bis Transjakarta yang digunakan untuk mengangkut pengungsi itu. Bus-bus itu mulai berangkat pukul 15.17 WIB. Pengungsi ini sudah lebih dari dua pekan bermalam di depan kantor UNHCR yang berdampak pada ketidaktertiban kota.

“Sebenarnya dari sisi Pemprov DKI persoalannya adalah kemanusiaan, kedua soal Ketertiban Umum. Kami berkoordinasi dengan UNHCR dan Kemenlu,” kata Saefullah.

Walikota Jakarta Pusat Bayu Megantara mengatakan, pihaknya hanya sebatas membantu merelokasi para pencari suaka ke tempat yang sudah disepakati Kemenlu dan UNHCR. Sedangkan untuk bantuan makanan, kesehatan dan lainnya akan ditangani langsung oleh UNHCR.

“Kita cuma sebatas bantu para pencari suaka ke tempat penampungan baru. Soal lainnya akan ditangani UNHCR,” kata Bayu.

Bayu melanjutkan untuk mencegah para pencari suaka kembali tinggal di trotoar di Jalan Kebon Sirih, pihaknya akan menempatkan petugas Satpol PP. “Kita akan tempatkan puluhan personil dari Satpol PP untuk menjaga jalan di depan Menara Ravindo. Agar lokasi tersebut steril dari para pengungsi,” ungkap Bayu. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *