Bupati Harus Turun Tangan Tangani Limbah Pek

oleh -619 views

JAKARTAPEDIA.id-Bupati Kepulauan Seribu, Husen Murad diminta turun tangan untuk mengatasi limbah minyak atau Pek yang mencemari Kepulauan Seribu, terutama Pulau Untung Jawa. Pasalnya, nelayan dan warga setempat sudah sangat terganggu dengan pencemaran itu.

“Ya seharusnya bupati datang dong ke lokasi pencemaran. Karena sampai saat ini, warga sudah sangat terganggu dengan limbah minyak itu. Kabar dari masyarakat, sampai saat ini belum ada bupati yang mau menyelesaikan pencemaran limbah minyak itu,” ujar Anggota DPRD DKI Jakarta, Neneng Hasanah, di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup juga harus tegas memberikan sanksi kepada pelaku pencemaran lingkungan itu. Terlebih, pencemaran limbah minyak itu seringkali terjadi di perairan Kepulauan Seribu.

“Itu kan sudah sangat merusak laut Jakarta. Biota laut jadi mati. Kalau itu mati, pencaharian nelayan di sana kemana? Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup juga turun tangan, agar pencemaran itu tidak lagi terjadi. Kalau perlu disanksi pelakunya,” tegas Neneng.

Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Sengketa Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rusliyanto mengungkapkan, pada hari Kamis tanggal 18 Juli 2019 sekitar pukul 06.30 Wib telah terjadi kebocoran dan gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, blok Minyak dan Gas Offshore North West Java (ONWJ) PT Pertamina yang terletak sekitar 2 (dua) kilometer dari Pantai Utara Jawa, Kerawang, Jawa Barat, pada titik koordinat 06° 05′ 864″ LS 107° 37′ 463″ BT.

“Untuk mengendalikan kejadian tersebut Personel Lanal Cirebon yang melaksanakan Pengamanan Objek Vital di Wilayah tersebut a.n Serka Suwadi melaksanakan koordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta instansi terkait terdekat guna mempercepat proses evakuasi karyawan yang bekerha di tempat tersebut,” katanya.

Bahkan, katanya, pihak perusahaan langsung membentuk Tim Penanganan Kejadian untuk menanggulangi kejadian tersebut dan segera menghentikan kegiatan pengeboran. Dia mengatakan, selain gelembung gas, sekitar pukul 09.00 Wib ditemukan adanya minyak yang bocor (oil spill) ke Laut, namun untuk jumlahnya sampai saat ini masih belum bisa diperkirakan.

“Pada hari kamis tanggal 25 Juli 2019, Dinas Lingkungan Hidup diwakili oleh Kepala seksi penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa bersama sudin lingkungan hidup kabupaten Kepulauan Seribu, unsur Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, unsur kelurahan Untung Jawa, unsur Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk melakukan verifikasi lapangan ke pulau Untung Jawa, pulau Ayer, pulau Bidadari, pulau Kelor, pulau Onrust, pulau Rambut,” tegasnya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *