Pemprov DKI Jakarta Dorong Pengembangan Kendaraan Listrik

oleh -941 views
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo. (ist)

JAKARTAPEDIA.id-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendorong pengembangan kendaraan listrik sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Hal ini diyakini bisa menekan polusi udara yang sedang mengancam ibu kota.

“Untuk itu kami sedang uji coba, ada tiga unit diuji coba oleh Transjakarta. Ada tipe besar, medium dan sedang. Kembali lagi, bahwa untuk dioperasikan masif ya kita lihat harus kondisi Jakarta ya. Teknologinya harus proven ya, jangan sampai Jakarta malah jadi tempat parkir bus listrik karena kehabisan daya di jalan,” Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Dia berharap, ada teknologi baru yang bisa mempercepat pengisian daya kendaraan listrik itu. Pihaknya juga mendorong operator angkutan umum, termasuk Transjakarta untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

“Ini yang diharapkan gubernur, kita menggunakan teknologi ramah lingkungan tetapi mengabaikan layanan untuk masyarakat. Kita mengupayakan hal itu. Setelah mendapatkan pola operasi bus listrik nantinya kita akan persiapkan untuk mengoperasikan,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjutnya, ada sekitar 25 unit taksi yang menggunakan listrik telah beroperasi di Jakarta. Penggunaan mobil listrik itu akan dievaluasi secara rutin agar kebijakan selanjutnya tepat sasaran.

“Kami evaluasi nanti dari sana untuk ditindaklanjuti dengan mmebuat langkah-langkah operasinya apa. Bluebird itu dia sudah dapat uji tipe. Persyaaratannya sesuai UU 22/2009 setiap kendaraan bermotor itu perlu uji tipe, dia sudah ada, sudah terbit. Untuk bus sedang kita upayakan agar bisa ada keluar uji tipenya,” tegasnya.

Sementara, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengimbau agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan hujan buatan. Dia menilai, hujan buatan bisa mengurangi polusi udara dengan cepat yang ada di ibu kota.

“Hujan buatan, bagaimana caranya kan bisa dari ahlinya. Supaya apa? Karena sekarang kita masuk ke hidung sedikit saja sudah kekotoran, sudah karena kepenatan dan emang ini harus kepanjangan daripada situasi dan kondisi awan terang terus. Jadi harus ada buat hujan buatanlah intinya,” katanya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *