Demokrat Tak Segan Sentil Anies

oleh -762 views

JAKARTAPEDIA.id-Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih, Mujiyono mengaku akan mengawal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hingga tuntas. Namun, politisi Partai Demokrat itu tak segan menyentil Anies jika kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merugikan masyarakat.

“Kami akan mengkritisi Anies jika kebijakannya tidak pro rakyat. Contohnya soal menaikkan tarif rumah susun (Rusun) sewa di Jakarta, bagi saya itu tidak berkeadilan,” ujar Mujiyono di gedung DPRD DKI Jakarta, Jum’at (30/8).

Dia mencontohkan, Rusun Jatinegara dibangun untuk merelokasi warga yang terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung. Namun kini, katanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menaikkan tarif atau iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) rusun itu.

“Kalau untuk warga umum, bolehlah tarif itu dinaikkan. Tapi kan sebagian besar penghuni rusun Jatinegara itu merupakan warga terprogram. Pemerintah sengaja membuat rusun untuk mereka yang terdampak normalisasi sungai Ciliwung. Sekarang ini malah semena-mena dinaikkan,” katanya.

Dikatakan Mujiyono, penghuni rusun Jatinegara merasa keberatan adanya kenaikan tarif rusun itu. Sebelumnya, tarif rusun itu tidak lebih dari Rp 500 ribu per bulan. Saat ini, mereka dikenakan tarif hingga Rp 800 ribu per bulan.

“Kami, fraksi Demokrat sudah berkirim surat ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman terkait hal ini. Tapi sampai saat ini belum ada tanggapannya. Saya harap, gubernur memperhatikan ini. Karena warga terprogram ini telah rela kehilangan rumahnya, mata pencahariannya agar normalisasi sungai Ciliwung berjalan lancar,” ungkapnya.

Suheri, salah satu penghuni rusun Jatinegara membenarkan adanya kenaikan tarif tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Baing itu, kenaikan tarif rusun tidak untuk seluruh penghuni.

“Saya sendiri tidak dikenakan kenaikan. Tapi warga lainnya malah dinaikkan sampai Rp 800 ribu. Padahal mereka sama-sama warga terprogram. Dulu kan janjinya, rusun itu bisa ditempati sampai anak cucu. Yang ada sekarang, ada anaknya malah tidak diperbolehkan menghuni rusun karena orang tuanya telah meninggal. Lalu mereka akan tinggal dimana, kan rumahnya sudah digusur Pemerintah,” ucapnya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *