Ada Ganjil Genap, Anggota Dewan Ini Pilih Naik KRL

oleh -522 views
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Purwanto. (foto: tama)

JAKARTAPEDIA.id-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan perluasan ganjil genap di sejumlah ruas jalan. Tak mau ambil pusing, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Purwanto lebih memilih menggunakan kereta listrik (KRL) ketimbang terkena jebakan ganjil genap.

Dia berharap, Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggunakan transportasi umum tersebut. Dia meyakini, para pejabat itu akan lebih banyak menemukan masalah yang harus diselesaikan dengan menaiki transportasi umum. Bahkan, hal itu akan mendekatkan diri langsung ke tengah masyarakat.

“Saya tadi menikmati sekali naik kereta kesini. Menggunakan angkutan umum perlu digalakkan biar kemacetan di Jakarta dapat berkurang. Tidak harus setiap saat menggunakan mobil pribadi ke kantor. Tentu akan lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga kita betul-betul paham problem di masyarakat,” ujar Purwanto, di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menurut anggota DPRD dengan perolehan suara tertinggi itu, menjadi pejabat negara tidak harus mengekslusifkan diri. Dia mengaku rela berjejal dengan pengguna kereta listrik commuter line dari stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan ke stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Bahkan, seringkali dia merasakan panasnya mentari dan debu-debu bertebaran dengan memakai ojek menuju stasiun.

“Awalnya sih belum tahu saya anggota dewan. Tapi lama kelamaan mereka juga tahu, mungkin karena pin yang saya pakai ya. Kita kasih mereka uang lebih juga sudah senang. Kita dapat input dari masyarakat langsung sambil bersilaturahmi saat kita bekerja,” ucapnya.

Ke depan, katanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus bisa menciptakan kenyamanan di angkutan umum. Sebab, katanya, banyak masyarakat masih memilih kendaraan pribadi karena lebih hemat dan nyaman. Dia mencontohkan, bus Transjakarta koridor 6 sudah cukup diminati masyarakat namun minim pelayanan.

“Bus transjakarta dari Ragunan ke Monas itu kan sudah banyak pelanggannya. Karena rumah saya kan di Lenteng Agung, sering pakai busway juga. Tapi sayang, masih banyak masyarakat yang menerobos masuk jalur busway sehingga menghambat mobilitas Transjakarta. Juga headway bus masih lama, kedatangannya lama,” jelasnya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *