Fokus Gotong Royong dengan Masyarakat dan Menjadi Mitra Kritis Pemprov DKI Jakarta

oleh -126 views
Gembong Warsono dalam acara 1 tahun Fraksi PDI Perjuangan, di Jakarta. (foto: indra)

JAKARTAPEDIA.id – Pada tahun 2020 ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi seluruh warga DKI Jakarta karena Pandemi Wabah COVID-19 yang masih melanda dunia.

Di tengah kesulitan yang muncul, Fraksi Partai Demokrasi Indonesi (PDI) Perjuangan fokus hadir di tengah masyarakat untuk mengurangi kesulitan yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya wong cilik.

“Hingga akhir tahun 2020 ini, kami sebanyak 25 anggota DPRD PDI Perjuangan DKI Jakarta sudah turun ke sekitar 1.200 titik reses (serap aspirasi) untuk menyerap aspirasi langsung di masyarakat,” ujar Gembong Warsono dalam acara 1 tahun Fraksi PDI Perjuangan, di Jakarta.

Lebih lanjut diungkapkannya, fokus pada program serap aspirasi masyarakat merupakan strategi anggota legislatif PDI Perjuangan Jakarta untuk bisa mendengarkan permasalahan masyarakat secara langsung tanpa perlu ada sekat.

Selain itu, pada tahun ini fraksi juga fokus untuk memperjuangkan anggaran-anggaran yang berpihak dan berdampak langsung kepada masyarakat pada anggaran tahun 2021.

“Kami mendorong agar anggaran berfokus kepada penanggulangan banjir dan juga pemulihan pandemi Covid-19, karena dua hal ini yang paling bisa dimanfaatkan langsung oleh warga DKI Jakarta,” lanjut Gembong Warsono kepada rekan-rekan media.

Selain fokus untuk hadir di masyarakat, Fraksi juga tetap menjadi mitra yang kritis kepada Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta terutama untuk mengawal janji-janji kampanye Pak Gubernur Anies Baswedan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 – 2022.

“Contoh mudahnya, target hunian itu selama lima tahun adalah menciptakan sebesar 232.214 hunian, namun nyatanya baru 780 hunian saja. Ini kan jauh sekali dan sudah pasti tidak akan mencapai target”, lanjut Gembong.

Selain itu, terkait program banjir juga merupakan hal yang selalu dikritik oleh fraksi. Karena selama tiga tahun ini nyaris tidak ada gebrakan yang maksimal dilakukan oleh Gubernur Anies Baswedan.

“Lupakan saja mengenai perdebatan normalisasi atau naturalisasi, yang penting itu dikerjakan. Ini kan selama tiga tahun tidak bikin program apa pun. Padahal tinggal menjalankan program dari Gubernur yang sebelumnya, saya jamin itu akan memberikan dampak yang signifikan pada penanggulan banjir di Jakarta. Ini malah fokus bikin vertical drainase yang sudah dikatakan oleh banyak pakar itu sebagai sesuatu hal yang tidak berguna,” tutup Gembong Warsono. (dra/jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *