Ramai-ramai Gunakan Besek Qurban

oleh -62 views

JAKARTAPEDIA.id – Dinas Lingkungan DKI Jakarta mengapresiasi antusiasme warga Jakarta mengikuti Seruan Gubernur untuk menggunakan wadah ramah lingkungan dalam pembagian daging kurban.

Berbagai mesjid, sekolah, kantor, yayasan, lembaga, dan komunitas di Jakarta berlomba menggunakan wadah ramah lingkungan dalam kurban tahun ini. Mereka menggunakan besek bambu, brongkos bambu, daun pisang, wadah pakai ulang atau panitia mensyaratkan penerima daging kurban untuk membawa wadah masing-masing.

“Kami apresiasi semangat warga Jakarta. Ternyata imbauan gubernur disambut sangat antusias, bahkan ada komunitas yang secara khusus menggalang gerakan untuk menyumbang besek bambu ke mesjid-mesjid,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, di Jakarta, Minggu (11/8)

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pemotongan Hewan Kurban Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha 1440 H/2019 pada tanggal 25 Juli 2019.

Dalam seruan itu, diimbau warga Jakarta tidak menggunakan kantong plastik hitam atau kantong plastik sekali pakai sebagai wadah daging kurban melainkan menggunakan alternatif pembungkus daging ramah lingkungan.

Andono mengungkapkan, sebagai salah satu strategi sosialisasi seruan kurban ramah lingkungan ini, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengadakan Eco Qurban Challenge. Tantangan ini ditujukan kepada para panitia kurban se-Jakarta. Panitia kurban cukup mendokumentasikan dan mengunggah foto saat mempersiapkan dan mendistribusikan daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan melalui media sosial Instagram.

Menariknya, kata Andono, pemenang tantangan ini diganjar hadiah berupa satu ekor kambing kurban dan akan langsung diantar ke lokasi pada hari Senin (12/8). Hadiah kambing tersebut dapat menjadi kurban tambahan.

“Hadiahnya satu ekor kambing. Besok pagi langsung kami antar ke pemenang, sehingga panitia masih ada waktu dua hari untuk dipotong dan masih tergolong sebagai ibadah kurban,” katanya.

Dia berharap gerakan ini dapat berlanjut dalam pelaksanaan kurban tahun-tahun berikutnya, selain ramah lingkungan penggunaan berbagai wadah, seperti besek bambu dapat menggerakan ekonomi rakyat kecil yang menjadi pengrajin di daerah.

“Kami berharap tahun depan menjadi lebih masif lagi penggunaan wadah ramah ini. Kita mulai budaya baru, kurban berkah lingkungan terjaga. ” kata Andono.

Salah satu lembaga yang mengikuti tantangan ini adalah lembaga filantropi anak muda, Yayasan Tunas Muda Care. Yayasan ini mengkoodinir pemotongan hewan kurban di beberapa lokasi di Ibukota dan menggunakan ribuan besek bambu untuk wadahnya.

Direktur Tunas Muda Care, Hendra mengatakan, gerakan Eco Qurban yang digalang Dinas Lingkungan Hidup perlu diapresiasi karena memberikan makna lebih pada kegiatan kurban. “Selain bernilai ibadah dan  peduli sesama, Eco Qurban mengajak kami untuk peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik yang sulit terurai secara alami,” katanya. (tama)

Tentang Penulis: Pratama

Gambar Gravatar
Penulis lepas yang lebih suka jalan-jalan ketimbang menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *