Sebanyak 98 Ormas Betawi Tetap Mendukung Lulung

oleh -169 views

JAKARTAPEDIA.id-Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Betawi yang tergabung dalam Badan Musyawarah (Bamus) Betawi mengikrarkan diri tetap mendukung Abraham Lunggana (Lulung) sebagai Ketua Umum Bamus Betawi. Hal ini dilakukan untuk menyikapi rencana pelantikan pengurus Bamus Betawi kubu Zainuddin alias Oding.

“Kami, 98 Ormas pendukung Bamus Betawi menyampaikan sesungguhnya hanya mengakui kepengurusan yang dipimpin Majelis Adat Babeh H Nuri Thaher dan Ketua Umum Abang H. Lulung sesuai keputusan Mubes ke-7,” ujar Ketua Ormas MP Gajah, Herman, di Jakarta, Kamis (22/8).

Diakuinya, Bamus Betawi di bawah kepemimpinan Lulung telah memiliki surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM No. AHU-0004530.AH.01.07 tahun 2019. Meski demikian, pihaknya tetap mengajak Zainuddin CS untuk tetap guyub dan bergabung bersama Bamus Betawi di bawah kepemimpinan Lulung. Hal ini perlu dilakukan untuk mewujudkan silaturahmi dan persatuan untuk menjaga keutuhan kaum Betawi di tanah Betawi serta menjaga kearifan lokal, seni, dan budaya, pertahanan dan keamanan, sosial serta lainnya.

Ketua Umum Bamus Betawi, Abraham Lunggana mengungkapkan, ada sembilan ormas yang menyatakan walkout dalam Mubes ke-7 Bamus Betawi tanggal 1-2 September 2018 di Hotel Twin Plaza, Jakarta Barat. Namun, dia memastikan Mubes itu tidak deadlock dan seluruh peserta Mubes menyuarakan untuk tetap melanjutkan Mubes yang mengamanatkan dirinya sebagai Ketua Umum Bamus Betawi.

“Organisasi ini wadah berhimpun orang-orang betawi sesuai ad/art. Kalau mereka (Zainuddin CS) mau melakukan pelantikan pengurus Bamus Betawi versi mereka, jujur secara sadar, kita dirugikan. Kalau mereka mengklaim orang Betawi, artinya Betawi semakin hari semakin kecil. Padahal Jakarta sebagai tempat orang Betawi, saat ini menjadi sorotan untuk seluruh provinsi,” kata Lulung.

Sesuai tagline “Yuk Guyub, Jaga Kampung Kite”, pihaknya tetap berupaya untuk mengajak Zainuddin CS bergabung dengan Bamus Betawi yang dipimpinnya. Menurutnya, Bamus Betawi bukan organisasi politik yang secara kebiasaan sering melakukan upaya-upaya mencari dirinya untuk bisa diakui.

“Ini berbeda. Ini adalah wadah kaum Betawi . Mereka harus sadar dan mengerti organisasi. Bamus Betawi ini hasil Musyawarah Besar, musyawarah tertinggi. Kalau ada beda pendapat, ya tunggu lima tahun lagi,” tegasnya. (tama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *