Universitas Indonesia Jadi Pemenang Indonesia Schneider Electric “Go Green in The City 2019“

oleh -302 views

Dalam Kompetisi Go Green in the City, Schneider Electric juga secara spesifik mempromosikan kesetaraan gender dan menumbuhkan minat para perempuan muda di sektor pengelolaan energi. Sala satu persyaratan yang harus dipenuhi tim yang mengikuti kompetisi ini minimal beranggotan satu (1) orang perempuan atau keduanya adalah perempuan.

“Kami melihat peningkatan jumlah peserta perempuan yang mengikuti Kompetisi Go Green in The City tiap tahunnya. Hal ini menunjukkan pergeseran pandangan bahwa sektor ini hanya didominasi oleh kaum laki-laki. Tidak hanya itu, kami juga berbangga bahwa selama lima (5) tahun terakhir, Indonesia masuk dalam lima besar negara dengan tingkat partisipasi tertinggi dari seluruh dunia. Tahun ini, Indonesia menempati posisi tertinggi ke-3 di dunia.” Ungkap Indah Prihardini, Human Resources Director Schneider Electric Indonesia.

Dalam rangkaian kompetisi ini, para peserta memperoleh pembekalan dan pendampingan dari para ahli Schneider Electric. Para peserta juga dapat memperluas jaringan dengan para professional di bidang energi dan sesama generasi muda dari berbagai negara. Selama 8 tahun kompetisi ini berlangsung telah diikuti oleh total 80.000 mahasiswa/I dari 180 negara di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, kompetisi ini telah diikuti oleh sekitar 7.000 mahasiswa/i dari seluruh Indonesia. Penilaian didasarkan pada inovasi, visibilitas ide & dampaknya terhadap efisiensi energi atau lingkungan, dan kemampuan peserta dalam menyampaikan ide.

Salah satu dewan juri, Dr. Hariyanto, Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM Republik Indonesia menyampaikan, “Penerapan teknologi untuk pemanfaatan sumber energi terbarukan dan pengelolaan energi yang lebih efisien menjadi salah satu prioritas Kementerian ESDM sebagai solusi dalam memenuhi kebutuhan dan pemerataan akses terhadap energi di seluruh pelosok Indonesia. Dan kami mengajak seluruh pihak untuk ikut terlibat dalam menyumbang ide dan berinovasi terutama generasi muda Indonesia. Ajang kompetisi seperti Go Green in The City merupakan sarana yang sangat baik untuk menumbuhkan minat dan kreativitas generasi muda untuk berinovasi dan mewujudkan idenya.”

Adapun tim Calypso yang terdiri dari Aziza Nurul Fitri dan Jessica nantinya akan menampilkan proyek Tall Building Generator Scheme: Nitinol Engine at Rooftop Coupled with Rainwater Pipe Turbine untuk bersaing di tingkat Asia Pasifik untuk menjawab permasalahan akan ketersediaan air bersih dan listrik dengan pemanfaatan air hujan. Tim Calypso menerapkan integrasi penyimpanan air dan energi dengan prinsip micro pumped hydroelectric energy storage (micro-PHES), dimana air hujan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik menggunakan generator hidroelektrik.

Selain itu, air yang diperoleh dari hujan akan ditampung dalam sistem filtrasi untuk didaur ulang. Skema Calypso dapat meningkatkan efisiensi penggunaan dan penyediaan air serta menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik di dalam Gedung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *